KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minat konsumen terhadap kendaraan listrik di Indonesia mulai meningkat, terutama di kalangan milenial dan Generasi Z (Gen Z) dari kelompok menengah atas. Riset Populix menunjukkan, satu dari lima responden tertarik memiliki mobil listrik maupun hybrid. Bahkan, sekitar seperempat responden mengaku sangat berminat membeli mobil listrik. Sejumlah merek yang masuk radar konsumen antara lain BYD, Hyundai, dan Wuling. Ketertarikan tersebut juga diikuti perubahan pertimbangan pembelian, terutama karena kekhawatiran terhadap ketersediaan infrastruktur pengisian daya mulai berkurang.
Baca Juga: Bos Freeport Indonesia Bicara soal Rencana Perluasan Ekspor Satu Pintu DSI Associate Research Director Populix Susan Adi Putra mengatakan, mobil konvensional saat ini masih mendominasi pasar kendaraan penumpang. Namun, kendaraan listrik mulai mendapatkan momentum, khususnya di kalangan konsumen berusia 25–35 tahun. "Mobil konvensional saat ini masih mendominasi pasar, meskipun mobil listrik mulai mendapatkan momentum. Satu dari lima responden mengaku tertarik memiliki mobil listrik maupun hybrid, khususnya milenial muda dan Gen Z di rentang usia 25–35 tahun," ujar Susan dalam keterangan resmi, Selasa (3/11/2026). Temuan tersebut merupakan bagian dari studi Populix bertajuk Decoding Indonesia’s Upper Middle MZs Consumer Signals in the Passenger Car Market. Riset ini melibatkan 800 pemilik mobil pribadi dari kelompok menengah atas yang membeli kendaraan dalam lima tahun terakhir. Pengumpulan data dilakukan pada 30 April–13 Mei 2026. Susan mengatakan, minat terhadap mobil listrik meningkat dibandingkan hasil studi Populix pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: Memperluas Pasar, Perusahaan Elektronik Memanfaatkan Para Kreator Sekitar seperempat responden bahkan mengaku sangat tertarik membeli mobil listrik, terutama merek BYD, Hyundai, dan Wuling. "Tak heran, minat terhadap mobil listrik meningkat secara signifikan. Sekitar seperempat responden bahkan mengaku sangat tertarik untuk membeli mobil listrik, khususnya merek BYD, Hyundai, dan Wuling. Mereka juga sudah tidak terlalu khawatir mengenai infrastruktur pengisian daya, yang pada studi Populix tahun lalu masih menjadi poin penting dalam pertimbangan pembelian mobil listrik," kata Susan. Meski minat terhadap kendaraan listrik meningkat, pilihan konsumen masih didominasi mobil jenis
Multi-Purpose Vehicle (MPV) dan
Sport Utility Vehicle (SUV). Kedua jenis kendaraan tersebut dinilai masih sesuai untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Dalam riset tersebut, responden rata-rata menggunakan mobil untuk kebutuhan pekerjaan selama enam hari dalam seminggu. Jarak perjalanan harian mencapai 17,6 kilometer. Hal ini menunjukkan bahwa fungsi kendaraan untuk mendukung mobilitas rutin masih menjadi pertimbangan penting dalam pembelian mobil penumpang.
Baca Juga: Pendapatan PYFA Tumbuh 17,2% Jadi Rp 2,41 Triliun, Ditopang Bisnis CDMO Dari sisi rencana pembelian, enam dari sepuluh responden yang berniat membeli mobil dalam satu tahun ke depan berencana menjadikannya sebagai kendaraan tambahan. Rata-rata anggaran yang disiapkan mencapai Rp 493 juta. Besaran anggaran tersebut berada di rentang atas segmen menengah, yakni Rp 200 juta–Rp 500 juta, dan mendekati segmen menengah atas dengan kisaran harga Rp 500 juta–Rp 1 miliar. Konsumen dalam kelompok ini tidak hanya mempertimbangkan fungsi kendaraan, tetapi juga teknologi, inovasi, desain, dan reputasi merek. Populix mencatat, sejumlah faktor yang memengaruhi keputusan pembelian mobil antara lain teknologi dan inovasi, kepercayaan terhadap merek, performa mesin, desain futuristik, kualitas premium, serta reputasi merek secara global. Dalam lima tahun terakhir, Toyota, Hyundai, dan Daihatsu menjadi tiga merek yang paling banyak dibeli responden dari delapan merek mobil penumpang yang dianalisis dalam studi tersebut.
Baca Juga: PLN Tegaskan Tarif Listrik hingga Akhir 2026 Tak Naik, Ini Penjelasannya Adapun faktor kepuasan konsumen berbeda pada setiap merek. Keandalan dan performa mesin menjadi aspek yang diperhatikan pengguna Hyundai dan Mitsubishi. Sementara itu, kenyamanan berkendara menjadi salah satu faktor yang menonjol bagi pengguna Mitsubishi. Dari sisi desain, pengguna Wuling, Hyundai, dan BYD memberikan perhatian terhadap tampilan kendaraan. Adapun efisiensi energi menjadi salah satu aspek yang diapresiasi oleh pengguna Suzuki dan Daihatsu. Layanan purna jual juga menjadi pertimbangan dalam pengalaman kepemilikan kendaraan. Konsumen memperhatikan kualitas pengerjaan servis, ketersediaan suku cadang, serta profesionalisme staf dalam menjelaskan persoalan kendaraan. Dalam aspek tersebut, Toyota, Honda, dan Hyundai dinilai secara umum telah memenuhi harapan pengguna. Populix turut memetakan persepsi konsumen terhadap masing-masing merek otomotif. BYD dinilai memiliki citra kuat dalam inovasi dan teknologi mutakhir, sedangkan Wuling dipandang sebagai salah satu pelopor kendaraan listrik di Indonesia.
Baca Juga: PLN Tegaskan Tarif Listrik hingga Akhir 2026 Tak Naik, Ini Penjelasannya Hyundai diasosiasikan dengan paket kendaraan yang lengkap dari sisi keamanan, kenyamanan, fitur, dan penggunaan. Sementara itu, Honda dan Toyota dikaitkan dengan nilai jual kembali serta performa mesin. Daihatsu dikenal melalui layanan purna jual dan jaringan dealer. Mitsubishi diasosiasikan dengan kualitas kendaraan dan kenyamanan berkendara, sedangkan Suzuki dinilai memiliki keunggulan pada layanan purna jual dan nilai produk. Susan menjelaskan, pemetaan tersebut menggambarkan persepsi konsumen terhadap masing-masing merek. Karena itu, hasilnya tidak dapat diperlakukan sebagai penilaian teknis yang mutlak terhadap seluruh produk. "BYD memimpin inovasi dan teknologi mutakhir; Daihatsu dikenal karena layanan purna jualnya; Honda dan Toyota memiliki nilai jual kembali yang tinggi; Hyundai dikenal sebagai paket komplit di sisi keamanan, kenyamanan, fitur, dan penggunaan; Mitsubishi dipercaya dalam kualitas mobil dan kenyamanan berkendara; Suzuki memiliki garansi dan perawatan terbaik; dan Wuling dianggap sebagai pionir EV di Indonesia," ujar Susan.
Baca Juga: Pemerintah Dorong Utilisasi Industri Pulp dan Kertas Tembus 80% Sebagai catatan, mayoritas responden dalam studi ini merupakan laki-laki, telah menikah, berusia 25–45 tahun, serta bekerja sebagai pengusaha maupun karyawan pada level manajemen menengah. Seluruh responden merupakan pemilik mobil pribadi dari kelompok menengah atas yang membeli kendaraan dalam lima tahun terakhir. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News