Minat Investasi Gen-Z di Kripto Meningkat, Literasi Keuangan Perlu Diperkuat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minat generasi muda terhadap investasi aset digital terus meningkat. Namun, tingginya minat tersebut perlu diimbangi  pemahaman mengenai karakteristik instrumen investasi, potensi keuntungan serta risiko.

Terlebih, aset kripto tergolong instrumen berisiko tinggi. Sehingga penggunaannya perlu mempertimbangkan kondisi keuangan dan tujuan investasi. Investor juga perlu memiliki fondasi keuangan yang sehat sebelum memutuskan mengalokasikan dana ke instrumen tersebut.

Founder Rencanaku.id, Rahmat Aryo Baskoro mengatakan, investasi aset kripto sebaiknya tidak menjadi langkah awal dalam perencanaan keuangan. Masyarakat perlu terlebih dahulu menetapkan tujuan keuangan dan membangun fondasi finansial sebelum menentukan instrumen investasi.


Urutannya harus tepat: tetapkan tujuan keuangan, bangun fondasi dan literasi, baru kemudian memilih instrumen. Setiap instrumen memiliki risiko yang melekat, dan aset kripto berada di kategori risiko tinggi. Hal ini perlu dipahami sejak awal,” ujar Rahmat, yang juga Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) itu, dalam rilis, Senin (2/11). 

CEO Management Student Society FEB UI, Fariz Rahman Hakim menilai, kemudahan memperoleh informasi mengenai investasi belum tentu diikuti pemahaman yang memadai untuk mengambil keputusan keuangan.Literasi menjadi bekal penting bagi generasi muda agar mampu bersikap kritis dalam menyikapi berbagai informasi dan peluang investasi.

Baca Juga: Perusahaan Raffi Ahmad dan Nagita (VISI) Dapat Pinjaman Rp 45 Miliar dari Bank Ina

"Banyaknya informasi bukan berarti kita memiliki pemahaman yang cukup untuk mengambil keputusan finansial yang tepat. Kami berharap generasi muda memahami bagaimana menjadi investor yang lebih kritis, bijak, dan bertanggung jawab dalam mengambil keputusan keuangan,” katanya.

Senior Product Marketing Pintu Reyner Jonathan menilai, edukasi mengenai aset digital perlu terus diperluas seiring meningkatnya partisipasi generasi muda di pasar investasi kripto.

Presiden Direktur Pintu, Andy Putra mengatakan, edukasi keuangan digital menjadi salah satu upaya untuk mendorong investor muda memahami potensi sekaligus risiko aset crypto sebelum mengambil keputusan investasi.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor aset kripto di Indonesia mencapai 22,93 juta orang per Juli 2026. Pertumbuhan tersebut menunjukkan perlunya peningkatan literasi agar masyarakat tidak sekadar mengikuti tren, tapi juga memahami karakteristik aset yang dipilih.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News