Minat Investasi Pada Obligasi Korporasi Meningkat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seiring dengan percepatan pengetatan likuiditas Federal Reserve (The Fed) dan potensi kenaikan suku bunga acuan AS sebanyak empat kali di tahun ini, Infovesta Utama memproyeksikan minat investasi pada obligasi korporasi bisa meningkat. 

Berdasarkan riset Infovesta, Senin (24/1), faktor yang membuat obligasi korporasi jadi semakin diminati investor adalah karena kenaikan suku bunga di tahun ini akan minim mempengaruhi pasar obligasi korporasi. Bahkan, kinerja pasar obligasi diproyeksikan stabil saja dibandingkan obligasi pemerintah. 

Sedangkan, kenaikan suku bunga AS, kenaikan inflasi dalam negeri, dan proyeksi kenaikan suku bunga Bank Indonesia sebanyak dua kali di 2022 tetapi suku bunga BI saat ini masih di 3,5% bisa dimanfaatkan pelaku pasar untuk menerbitkan obligasi korporasi dengan biaya dana atau cost of fund yang relatif lebih rendah. 


Baca Juga: ORI021 dan Reksadana, Mana yang Lebih Menarik?

Lihat saja, aktivitas ekonomi yang terus membaik turut mendorong dunia usaha kembali menggencarkan aktivitas operasionalnya. Alhasil, penerbitan obligasi dalam negeri begitu masif.

Tercatat penerbitan obligasi korporasi pada 2021 tumbuh cukup signifikan hingga 222,17% menjadi Rp 205,77 triliun dengan kenaikan tertinggi pada kelompok peringkat paling aman AAA yang meningkat 374,69% dan penurunan tertinggi pada peringkat dengan risiko tinggi BBB yang turun 28,41%. Hal tersebut tentunya memberikan banyaknya varian dan pilihan produk di pasar obligasi korporasi dengan tingkat imbal hasil dan risiko yang bervariasi tentunya.

Baca Juga: Wijaya Karya (WIKA) Bakal Terbitkan Obligasi dan Sukuk Senilai Rp 2,5 Triliun

Sepanjang 2022, kinerja obligasi korporasi lebih unggul dibandingkan SBN sebagaimana tercermin melalui Infovesta Corporate Bond Index sebesar +0,44% dan Infovesta Government Bond Index sebesar -0,10%. Stabilnya pergerakan harga obligasi korporasi didorong oleh pemulihan ekonomi yang mendorong membaiknya neraca keuangan perusahaan setelah mampu beradaptasi dengan pandemi.

Infovesta akhirnya memandang bahwa dampak kenaikan suku bunga di tahun ini akan minim ke pasar korporasi bahkan cenderung lebih stabil dibandingkan SBN. Obligasi korporasi sebagai aset dasar atawa underlying asset atas reksadana pendapatan tetap berpotensi mengalami kenaikan komposisi sebagai respons perubahan pasar. Tekanan tersebut juga diprediksi cukup terjaga pada kurs rupiah di level sekitar Rp 14.500 per dolar AS.

Baca Juga: Catat Rekomendasi Saham yang Berpotensi Cuan Tahun Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News