Minat Investor pada Instrumen SR025 Cenderung Stabil, Ini yang Jadi Daya Tarik



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Minat investor terhadap Sukuk Ritel seri SR025 sejauh ini cenderung stabil dibandingkan dengan seri sebelumnya, SR024. Sejumlah karakteristik SR025, mulai dari imbal hasil tetap hingga pembayaran imbal hasil setiap bulan, dinilai menjadi daya tarik bagi investor ritel.

Berdasarkan data transaksi di mitra distribusi Bibit hingga Kamis (27/8/2026), penjualan SR025-T3 telah mencapai sekitar 17,2% atau Rp 2,58 triliun dari kuota Rp 15 triliun. Sementara itu, SR025-T5 telah terserap sekitar 13,6% atau Rp 680 miliar dari kuota Rp 5 triliun.

Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual mengatakan, kinerja penjualan SR025 sejauh ini masih dapat dilihat dari capaian penerbitan seri sebelumnya.


Baca Juga: Saham Terdampak Rebalancing MSCI Berpotensi Tertekan, Cek Rekomendasi Analis Berikut

“Minat investor sejauh ini cenderung stabil dibandingkan seri sebelumnya, SR024 yang terjual Rp 17,5 triliun selama enam minggu penawaran,” kata David kepada Kontan, Kamis (27/8/2026).

Sementara itu, Head of PR & Corporate Communication Bibit.id, William mengatakan, terdapat sejumlah karakteristik SR025 yang menjadi daya tarik bagi investor ritel.

Sementara itu, Head of PR & Corporate Communication Bibit.id, William mengatakan, terdapat sejumlah karakteristik SR025 yang menjadi daya tarik bagi investor ritel.

"Imbal hasilnya kompetitif dan bersifat fixed. SR025-T3 memberikan 6,80% per tahun dan T5 sebesar 6,90% per tahun sehingga investor mendapatkan kepastian tingkat imbal hasil hingga jatuh tempo," ujar William.

Selain imbal hasil, karakteristik SR025 sebagai instrumen yang diterbitkan pemerintah juga menjadi pertimbangan investor. Pembayaran pokok dan imbal hasil SR025 dijamin berdasarkan ketentuan perundang-undangan.

William juga mengatakan pembayaran imbal hasil secara rutin setiap bulan menjadi salah satu daya tarik SR025.

Baca Juga: Musim Gajian Bisa Mendongkrak Minat Investor untuk Investasi SR025

Menurutnya, karakteristik tersebut membuat SR025 dapat dimanfaatkan investor bukan hanya untuk tujuan pertumbuhan dana, tetapi juga sebagai sumber arus kas berkala.

Di sisi lain, SR025 juga memiliki batas minimum investasi yang relatif terjangkau bagi investor ritel. Nilai pemesanan SR025 yang dimulai dari Rp 1 juta membuat investor tidak perlu menyiapkan dana dalam jumlah besar untuk mulai berinvestasi.

Selain nominal investasi, karakteristik SR025 sebagai instrumen syariah juga menjadi salah satu daya tarik bagi investor.

“Karakteristik syariahnya menjadi nilai tambah bagi investor yang ingin menempatkan dana pada instrumen yang sesuai dengan prinsip syariah,” kata William.

Baca Juga: Cimory (CMRY) Bagi Dividen Rp 100 per Saham, Seberapa Menarik bagi Investor?

Adapun masa penawaran SR025 masih berlangsung hingga 16 September 2026. Secara nasional, pemerintah menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp 20 triliun dari penerbitan SR025, terdiri dari Rp 15 triliun untuk SR025-T3 dan Rp5 triliun untuk SR025-T5.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News