Minat Investor Tinggi, Pemerintah Tambah Porsi Penjualan SR024 Jadi Rp 17,49 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minat investor ritel terhadap Surat Berharga Negara (SBN) berbasis syariah alias Sukuk Negara terus meningkat.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Suminto menyebut tingginya permintaan membuat pemerintah melakukan upsize penerbitan Sukuk Ritel seri SR024 hingga mencapai Rp 17,49 triliun, melampaui target awal Rp15 triliun.

“(SBSN) Ritel sangat bagus, baru ditutup kemarin SR024 dengan target Rp 15 triliun, tapi upsize menjadi Rp 17,49 triliun,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (21/4/2026).


Baca Juga: Legalisasi Rokok Ilegal Berpotensi Simpan Risiko Jika Tanpa Kejelasan Hukum

Suminto menjelaskan, capaian tersebut mencerminkan kuatnya minat investor domestik terhadap instrumen pembiayaan negara, khususnya di tengah dinamika pasar global. Dana hasil penerbitan tersebut akan digunakan untuk mendukung pembiayaan APBN 2026.

Ia menegaskan, strategi pembiayaan pemerintah masih mengacu pada target defisit APBN sebesar 2,68% terhadap produk domestik bruto (PDB). Namun, jika terjadi pelebaran defisit, pemerintah akan menyesuaikannya melalui laporan semester (lapsem) APBN.

“Strategi pembiayaan kita masih untuk skenario defisit 2,68%. Kalau nanti ada pelebaran, akan disusun lagi di lapsem APBN,” jelasnya.

Ke depan, pemerintah tetap akan melanjutkan penerbitan SBN ritel sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Selain itu, penerbitan surat utang dalam valuta asing juga masih berada dalam pipeline dan akan dilakukan secara bertahap sepanjang tahun.

Suminto menambahkan, kinerja lelang SBN hingga saat ini juga masih solid. Hal ini terlihat dari tingginya minat investor yang tercermin dari rasio penawaran terhadap target (bid to cover ratio) yang tinggi, bahkan memungkinkan pemerintah melakukan upsize dari target indikatif.

“Dari sisi lelang juga masih cukup kuat, incoming bid tinggi, bid to cover ratio tinggi, dan investor asing juga cukup suportif, baik di pasar lelang maupun pasar sekunder,” pungkasnya.

Baca Juga: WFH ASN, Wamendagri Lapor Penghematan BBM Tembus Miliaran Rupiah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News