Minat masyarakat tinggi, penyaluran KUR per September mencapai Rp 100,8 triliun



KONTAN.CO.ID - MANADO. Pemerintah melalui bank-bank mitra penyalur terus menggenjot penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) ke seluruh wilayah Indonesia. Deputi Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan, saat ini, penyaluran KUR di Jawa mencapai 54,9%, diikuti oleh Sumatra 19,3%, Sulawesi 11%, Bali dan Nusa Tenggara (6,9%), Kalimantan (6%), Maluku dan Papua (1,9%).

Dari sejumlah bank mitra penyalur, PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk (BBRI) menjadi bank yang paling banyak menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang 2018. Hingga September BRI telah menyalurkan Rp 68,95 triliun kepada 3,42 juta debitur baru.

Sementara di Manado Sulawesi Utara, di Manado BRI telah menyalurkan KUR senilai Rp 2,2 triliun kepada 95.841 kreditur. Penyaluran tersebut berasal dari dari sektor produksi 53,14%, dan non produksi 46,78%.


Menurut Iskandar, peminat masyarakat makin berminat mengambil KUR. Secara total, hingga September 2018 penyaluran KUR telah mencapai nilai Rp 100,08 triliun dengan menggaet 3,8 juta debitur baru. Capain tersebut telah mencapai 81% dari target penyaluran pada 2018 yaitu senilai Rp 123, 63 triliun.

Apalagi sejak awal 2018, pemerintah juga telah memberikan subsidi, sehingga suku bunga KUR yang diterima masyarakat bisa ditekan hingga 7%.

"Ini upaya agar masyarakat lebih memiliki akses terhadap perbankan. Untuk KUR mikro suku bunga seharusnya 17,5%, pemerintah subsidi 10,5% sehingga yang diterima masyarakat 7%. KUR kecil disubsidi 5,5%, dimana seharusnya 12,5%," kata Iskandar saat acara Rembuk Nasional, Sabtu (28/10), di Manado.

Atas keringanan ini pula, Agus Akili, Petani cabai di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara mengambil KUR dari BRI sejak tiga bulan lalu. Bahkan, dalam waktu dekat, ia berencana mengambil fasilitas KUR dari BRI.

"Saat ini ada 5 hektare lahan yang saya sewa, tiga hektare sudah produksi, dua hektare rencananya akan ambil KUR lagi. Kira-kira butuh Rp 35 juta," katanya kepada Kontan.co.id, Minggu (28/10) di kebunnya.

Agus biasa panen seminggu sekali, dimana setaip panen ia bisa mendapatkan 60 kg cabai yang dijualnya Rp 15.000/kg-Rp 35.000/kg. Ia bahkan telah memperkerjakan dua orang tenaga panen untuk membantunya yang diberi upah Rp 125.000/hari.

"Makanya saya berencana ambil KUR lagi, karena cicilannya juga memang rendah. Perbulan hanya Rp 1,2 juta," lanjut Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi