KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Secara global, sektor
real world assets (RWA) menunjukkan pertumbuhan pesat. Berdasarkan data RWA.xyz per 25 Juni 2026, kapitalisasi pasar aset dunia nyata yang ditokenisasi secara
on-chain mencapai US$ 32,23 miliar. Melonjak dibandingkan sekitar US$ 1,8 miliar pada awal 2024. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya adopsi institusi keuangan serta permintaan investor ritel terhadap akses investasi lintas negara. Di sisi lain, seiring meningkatnya kesadaran pentingnya diversifikasi portofolio di tengah dinamika ekonomi global, minat investor Indonesia terhadap aset global terus meningkat. Semakin banyak investor melirik peluang investasi di luar pasar domestik. Termasuk saham-saham perusahaan kecerdasan buatan alias
artificial Intelligence (AI) di Amerika Serikat.
Perusahaan seperti Nvidia, Apple, Microsoft, Tesla, Amazon, Alphabet, dan Meta menjadi perhatian investor karena menjadi motor utama inovasi di industri AI. Namun, karakteristik investasi di pasar Amerika Serikat (AS) berbeda dengan yang selama ini dikenal banyak investor Indonesia. Jika saham-saham di Indonesia umumnya menawarkan tingkat dividen tahunan sekitar 3%–7%, sebagian besar perusahaan AI di AS hanya membagikan dividen tahunan di bawah 1%. Bahkan kerap tidak membagikan dividen sama sekali karena lebih memprioritaskan reinvestasi untuk mendorong pertumbuhan bisnis.
Baca Juga: Mandatori B50 Jadi Katalis Emiten CPO, Analis Soroti Potensi Kinerja dan Risiko Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa tingkat dividen perusahaan AI di AS dapat lebih dari 10 kali lebih rendah dibandingkan karakteristik dividen pasar saham Indonesia. Melihat karakteristik tersebut, Bittime menghadirkan fitur Earn pada Tokenized US Stocks. Pengguna dapat memperoleh eksposur terhadap saham-saham perusahaan AI global dalam bentuk aset digital. Melalui fitur Earn, pengguna dapat memperoleh reward hingga 7%
annual percentage rate (APR) atau tingkat persentase tahunan sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Berbeda dengan pembagian dividen saham yang umumnya setiap kuartal atau tahunan,
reward pada fitur Earn didistribusikan setiap hari. Fitur ini juga dirancang tanpa periode lock-up sehingga pengguna tetap memiliki fleksibilitas dalam mengelola asetnya. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn mengatakan, meningkatnya minat terhadap saham-saham AI global menunjukkan, investor Indonesia kini semakin terbuka terhadap peluang investasi lintas negara. "Fitur Earn pada Tokenized US Stocks agar pengalaman berinvestasi di aset global menjadi lebih relevan dengan kebutuhan investor Indonesia," ujar Ryan, dalamketerangannya, Rabu (1/7). Tokenisasi membuka akses investasi global yang lebih fleksibel melalui perdagangan nonstop, nominal investasi yang lebih terjangkau, serta biaya transaksi yang kompetitif. Menurutnya, fitur Earn melengkapi pengalaman tersebut dengan tetap mempertahankan eksposur terhadap pertumbuhan perusahaan-perusahaan AI global. Minat investor Indonesia terhadap instrumen tokenisasi aset juga terasa di platform lain. PT Pintu Kemana Saja mencatat jumlah
monthly unique trader untuk produk tokenisasi aset meningkat 40% pada Mei 2026 dibandingkan Januari 2026. Pertumbuhan tersebut turut ditopang kenaikan transaksi pada token yang merepresentasikan indeks saham AS.
Head of Product Marketing Pintu, Iskandar Mohammad mengatakan tokenisasi aset berbasis indeks Nasdaq (QQQX) dan S&P 500 (SPYX) masing-masing mencatat kenaikan transaksi bulanan sebesar 64% dan 51% pada periode April-Mei 2026. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News