MIND ID Dapat Dukungan Penuh DPR untuk Ekspansi Tambang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komisi XII DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis MIND ID dalam memperkuat cadangan mineral nasional, termasuk melalui ekspansi dan akuisisi.

Bahkan, DPR menegaskan kesiapan memberikan “karpet merah” berupa dukungan regulasi dan kemudahan perizinan guna memastikan ketahanan sumber daya mineral sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Dukungan tersebut mencerminkan sikap kolektif lintas fraksi di Komisi XII DPR RI yang menilai penguatan cadangan mineral menjadi krusial di tengah dinamika geopolitik global dan meningkatnya kebutuhan komoditas untuk mendukung transisi energi.


Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Rokhmat Ardiyan, menegaskan pihaknya mendukung penuh langkah ekspansi MIND ID, termasuk melalui akuisisi perusahaan tambang.

“Kami memberikan karpet merah, mendukung regulasi dan kemudahan perizinan agar MIND ID dapat terus meningkatkan kinerja dan memperkuat aset melalui akuisisi,” ujar Rokhmat dalam RDP Komisi XII DPR RI, dikutip Rabu (15/4/2026).

Baca Juga: Harga Solar Industri B40 Tembus Rp 30.550, Beban Operasional Tambang Kian Tertekan

Menurut Rokhmat, kinerja MIND ID sepanjang 2025 menunjukkan fundamental yang kuat. Hal ini tercermin dari peningkatan laba lebih dari 13% menjadi Rp 29 triliun, kontribusi kepada negara mencapai Rp 159 triliun, serta EBITDA sebesar Rp 42 triliun.

Capaian tersebut dinilai menunjukkan bahwa MIND ID berada dalam kondisi sehat dan memiliki kapasitas untuk melakukan ekspansi secara lebih agresif, termasuk memperluas portofolio aset tambang strategis.

Senada, anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS, Abdul Nasir, menekankan pentingnya penguatan cadangan mineral untuk menjawab lonjakan kebutuhan di masa depan, terutama seiring percepatan elektrifikasi dan transisi energi.

Ia menilai MIND ID perlu aktif mencari peluang tambang baru, termasuk wilayah yang belum dieksplorasi, guna memastikan keberlanjutan pasokan mineral strategis nasional.

Menurut Abdul Nasir, langkah tersebut penting agar Indonesia tidak bergantung pada impor bahan baku mineral dan mampu memperkuat posisi dalam rantai pasok global.

“Kebutuhan akan meningkat, terutama untuk mendukung transformasi energi. Karena itu eksplorasi dan penguatan cadangan menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menambahkan bahwa sektor pertambangan melalui kebijakan hilirisasi merupakan agenda strategis nasional dalam mendorong transformasi ekonomi dan mengejar target pertumbuhan hingga 8% pada 2029.

Ia menegaskan MIND ID sebagai holding pertambangan dituntut mampu melakukan transformasi dari hulu hingga hilir, sekaligus adaptif terhadap dinamika industri global.

Baca Juga: Danantara Kaji 31 Lokasi Proyek Pengolahan Sampah, 20 Siap Masuk Tahap Lanjutan

Kinerja MIND ID yang konsisten, termasuk masuk dalam Fortune Indonesia 100 tahun 2025, dinilai menjadi bukti kontribusi signifikan perusahaan terhadap perekonomian nasional.

“Hilirisasi menjadi kunci peningkatan nilai tambah komoditas, mulai dari nikel, bauksit, hingga batubara,” kata Sugeng.

Meski demikian, DPR juga mengingatkan sejumlah tantangan dalam implementasi proyek hilirisasi. Tantangan tersebut antara lain tingginya biaya investasi, ketergantungan pada teknologi asing, serta kendala pasokan energi dan bahan baku.

Kondisi tersebut dinilai memerlukan strategi yang lebih adaptif dan terintegrasi agar agenda hilirisasi dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat ekonomi yang maksimal.

Komisi XII DPR RI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung langkah strategis MIND ID, termasuk dalam memperkuat cadangan mineral melalui eksplorasi dan akuisisi.

Langkah tersebut dipandang sebagai fondasi utama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional sekaligus memanfaatkan peluang besar dari tren global energi bersih dan kebutuhan mineral strategis di masa depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News