MIND ID Dorong AI untuk Percepat Hilirisasi Tambang dan Kejar Daya Saing Global



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Holding BUMN Pertambangan, Mining Industry Indonesia (MIND ID) menilai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) saat ini penting untuk mengakselerasi pengembangan sektor hilir yang berkelanjutan.

Vice President Director MIND ID, Dany Amrul Ichdan menyatakan, BUMN pertambangan memiliki fondasi kuat di sektor hulu dan pengolahan. Meski demikian, penetrasi ke sektor hilir masih memerlukan adaptasi terhadap dinamika tren global serta penguatan kapabilitas teknologi agar mampu berdaya saing secara mandiri.

"BUMN, punya strengthening the core yang kuat, upstream kita kuat. Upstream itu adalah strengthening the core kita. Midstream, di processing, itu adalah strengthening the core kita. Tapi begitu ke downstream, kita mesti strengthening the trend. Kita lihat trend, trend-nya pakai Cina (ikut) Cina, dan seterusnya," ujarnya dalam Energy Insight Forum, di Jakarta, Rabu (9/9/2026).


Baca Juga: Penjualan Mobil Naik 13,9%, Gaikindo Optimistis Target 850.000 Unit Tercapai

Dany mengungkapkan, upaya menjadikan sektor hilir sebagai kekuatan utama bisnis memerlukan waktu serta integrasi teknologi modern secara masif. Menurutnya, implementasi kecerdasan buatan hadir sebagai akselerator untuk mempercepat transformasi teknologi di seluruh lini hilirisasi yang sedang dikembangkan perusahaan.

"Jadi kita strengthening the trend. Kita belum bisa di downstream, create value, menjadi strengthening the core, itu perlu waktu. Nah makanya AI ini, ini akselerate, untuk membuat strengthening the core di downstream dan di advanced teknologi," ungkapnya.

Langkah akselerasi tersebut dilakukan agar industri pertambangan nasional tidak tertinggal dalam peta persaingan global yang makin dinamis. 

Dany menegaskan bahwa BUMN memiliki keunggulan komparatif yang lengkap, mulai dari cadangan sumber daya, tenaga kerja, hingga dukungan regulasi untuk memimpin arah baru industri pertambangan.

"Kita niat baiknya gak mau ketinggalan, karena the next chapter dari mining ini, sebetulnya role modelnya harus ada di kita, harusnya ada di BUMN. Karena BUMN punya segalanya, resource based, technology based, human capital, regulator preference, itu ada di kita. Sehingga positional advantage BUMN harusnya bisa kuat menjadi role model untuk the next dari mining sector," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News