MIND ID Terima Dividen US$ 234 Juta dari Freeport Indonesia di Tahun 2021



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Freeport Indonesia (PTFI) membuahkan hasil bagi Mining Industry Indonesia (MIND ID). Di tahun buku 2021, MIND ID mengantongi dividen sebesar US$ 234 juta dari PTFI. 

“PT Freeport Indonesia telah membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya dan pada tahun buku 2021, MIND ID membukukan penerimaan dari dividen PTFI sebesar US$ 234 juta,” ujar SVP Corporate Secretary MIND ID, Heri Yusuf kepada Kontan.co.id (11/4).

Dividen yang disetor oleh PTFI melengkapi kinerja positif yang dibukukan MIND ID pada tahun buku 2021. Mengutip laporan keuangan tahunan perusahaan, MIND membukukan pendapatan konsolidasi Rp 93,75 triliun di tahun 2021, naik 40,83% dibanding realisasi pendapatan MIND ID di tahun 2020 yang sebesar Rp 66,56 triliun.


Baca Juga: Freeport Indonesia Terbitkan Bond Senilai US$ 3 Miliar, Ini Rencana Penggunaannya

Tiga kontributor terbesar pendapatan konsolidasi MIND ID berasa dari komoditas batubara dengan porsi kontribusi 32,49% dari total pendapatan, emas dengan porsi 27,65%, dan logam timah dan tin solder 13,22%. Sisanya berasal dari produk aluminium, feronikel, bijih nikel, tin chemical, alumina, bijih bauksit, produk lainnya, serta pendapatan jasa pemurnian logam mulia dan jasa lainnya.

Dari hasil pendapatan ini, MIND ID mengantongi laba tahun berjalan sebesar Rp 14,32 triliun, melesat 686,91% (dibulatkan jadi 687%) dibanding realisasi laba tahun berjalan MIND ID di tahun 2020 yang sebesar Rp 1,82 triliun.

Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk MIND ID tumbuh lebih signifikan, yaitu melesat 1388,92% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dari semula Rp 698,17 miliar di tahun 2020 menjadi Rp 10,39 triliun di tahun 2021. 

Heri menjelaskan,  pendorong pertumbuhan kinerja MIND ID dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Pada faktor eksternal, lanjut Heri, proses pemulihan ekonomi yang berjalan relatif cepat menguntungkan bagi industri pertambangan, sebab hal tersebut membuat kebutuhan terhadap produk komoditas dan energi melonjak cukup signifikan sepanjang tahun 2021. Buntutnya, harga komoditas utama pun mengalami kenaikan.

Baca Juga: Pengamat: Tambang Bawah Tanah Freeport Indonesia Jadi Kunci Dividen MIND ID

“Sedangkan faktor internal, Perusahaan menjalankan kebijakan strategis tata kelola usaha industri pertambangan yang disesuaikan dengan pandemi Covid-19 dengan memastikan efektivitas produksi dan penjualan Grup MIND ID,” imbuh Heri.

Heri optimistis, perbaikan kondisi ekonomi dunia dan peningkatan harga komoditas dapat mendukung capaian kinerja MIND ID ke depannya.

“Dengan adanya perbaikan kondisi ekonomi dunia, peningkatan harga komoditas dan kinerja Perusahaan yang semakin membaik, harapan kami pencapaian tahun 2021 ini dapat dilanjutkan ke tahun-tahun berikutnya,” pungkas Heri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .