Mineral Kritis Jadi Rebutan Investor Global, Ini Faktor Pendorongnya



KONTAN.CO.ID - Mineral kritis semakin menjadi perhatian investor di seluruh dunia seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap bahan baku strategis.

Terbaru, pemerintah Inggris mengumumkan investasi senilai 50 juta poundsterling atau sekitar Rp 1,18 triliun untuk meningkatkan produksi mineral kritis domestik.

Mengutip Reuters, dana tersebut akan digunakan untuk mendukung proyek ekstraksi, pemrosesan, dan daur ulang mineral yang dibutuhkan dalam berbagai produk teknologi, mulai dari smartphone hingga baterai kendaraan listrik.


Baca Juga: IPO Jio Platforms Siap Pecahkan Rekor India, Apa yang Perlu Diketahui Investor?

Fondasi Industri Masa Depan

Mineral kritis merupakan kelompok bahan baku yang memiliki peran penting dalam berbagai sektor strategis.

Komoditas ini digunakan dalam pembuatan smartphone, kendaraan listrik, panel surya, turbin angin, hingga pusat data yang menopang perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Pertumbuhan industri kendaraan listrik menjadi salah satu pendorong utama meningkatnya permintaan mineral kritis.

Baterai kendaraan listrik membutuhkan berbagai bahan baku seperti lithium, nikel, kobalt, dan grafit dalam jumlah besar.

Pada saat yang sama, perkembangan AI juga meningkatkan kebutuhan terhadap pusat data dan infrastruktur digital yang bergantung pada berbagai logam serta mineral khusus.

Kondisi ini membuat banyak negara mulai memandang mineral kritis sebagai aset strategis yang tidak kalah penting dibanding energi.

Baca Juga: Wall Street Temukan Formula Baru untuk Menangani IPO Raksasa

Dominasi China Jadi Perhatian

Menurut data yang dikutip pemerintah Inggris, China saat ini menguasai sekitar 70% produksi rare earth dunia dan sekitar 90% kapasitas pemurniannya.

Kondisi tersebut membuat banyak negara khawatir terhadap potensi gangguan pasokan jika terjadi ketegangan geopolitik atau pembatasan ekspor. Karena itu, Amerika Serikat, Jepang, Uni Eropa, hingga Inggris mulai meningkatkan investasi untuk memperkuat rantai pasok mereka sendiri.

Inggris telah membuka pabrik magnet rare earth komersial pertama dalam 25 tahun yang memanfaatkan bahan daur ulang untuk memproduksi magnet bagi motor listrik dan teknologi lainnya.

Baca Juga: Khusus Hari Ini, Emiten BUMN Batubara Ini Punya Dividen Rp 114/Saham, Beli/Jual?

Peluang bagi Investor

Tren ini menunjukkan bahwa mineral kritis berpotensi menjadi salah satu tema investasi jangka panjang yang menarik. 

Pelaku usaha di sektor pemurnian, daur ulang, baterai, manufaktur magnet, hingga infrastruktur kendaraan listrik berpotensi mendapat manfaat jangka panjang.

Namun, meningkatnya dukungan pemerintah di berbagai negara juga menjadi faktor yang patut diperhatikan.

Ketika sebuah komoditas dianggap penting bagi keamanan ekonomi dan daya saing industri, aliran investasi publik maupun swasta biasanya akan terus mengikuti.

Langkah Inggris menambah investasi di sektor mineral kritis mencerminkan perubahan yang lebih besar dalam ekonomi global, di mana penguasaan bahan baku strategis semakin dipandang sebagai kunci pertumbuhan industri dan daya tarik investasi pada dekade mendatang.

Baca Juga: China Bersiap Sambut Tren IPO Antariksa Usai Rekor SpaceX