Minim sentimen, IHSG diprediksi lanjut melemah pada Senin (4/10)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Senin (4/10). Pada akhir perdagangan pekan lalu, Jumat (1/10), IHSG turun 0,92% ke level 6.228,84 setelah melesat 2,02% sehari sebelumnya. 

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan memperkirakan IHSG akan bergerak turun dengan support 1 di level 6.194 dan support 2 di 6.161. Sementara resistance 1 IHSG diperkirakan berada di level 6.268 dan resistance 2 di 6.309.

Menurut Dennies, secara teknikal, formasi candlestick membentuk bearish harami yang merupakan tanda pembalikan arah menjadi tren pelemahan.


"Secara fundamental, pergerakan IHSG juga masih dibayangi kekhawatiran terhadap anggaran pemerintah Amerika Serikat, kebijakan tapering, dan tingkat inflasi. Pergerakan di awal pekan juga diperkirakan minim sentimen," kata Dennies, Jumat (1/10).

Baca Juga: IHSG diramal masih akan positif sampai awal tahun depan

Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan pun melihat potensi bearish harami jika pelemahan IHSG berlanjut pada perdagangan Senin (4/10). Oleh sebab itu, menurut dia, investor perlu mewaspadai level kritis IHSG di 6.200. "Hati-hati sinyal minor bearish reversal jika menembus 6.200 pada Senin besok," ucap Valdy.

Ia memprediksi, support IHSG esok hari berada di level 6.180 dengan resistance di 6.250.

Meskipun begitu, menurut Valdy, IHSG masih akan ditopang oleh sejumlah data ekonomi domestik yang mengindikasikan pemulihan aktivitas ekonomi, terutama di sisi suplai pada September lalu. Pertama, indeks manufaktur Indonesia yang kembali ke atas level ekspansif, tepatnya di 52,2 pada September 2021.

Kedua, tingkat inflasi meningkat ke 1,6% yoy, meski lebih rendah dari ekspektasi yang sebesar 1,69% di September 2021. Menurut Valdy saham-saham yang dapat diperhatikan pada perdagangan Senin (4/10) meliputi BBRI, WSKT, ARTO, TBIG, dan CTRA.

Selanjutnya: Turun 0,92% pada Jumat (1/10), ini proyeksi IHSG pada pekan depan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi