Minimalkan Risiko, Pemerintah Akan Terbitkan SBN Valas dengan Prinsip Kehati-Hatian



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pemerintah berencana melakukan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) valas atau Global Bond ke depan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, sehingga bisa terukur dan meminimalisir risiko yang terjadi.

Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Deni Ridwan mengatakan, selain mempertimbangkan risiko yang terjadi, pihaknya juga akan melakukan penerbitan SBN valas secara fleksibel dan oportunistik.

Sebab menurutnya, pembiayaan melalui utang diposisikan sebagai upaya terakhir dalam menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja negara (APBN).


“Oleh sebab itu, dalam menentukan besaran dan timing penerbitan SBN untuk tahun 2022 baik SBN Rupiah maupun SBN Valas, Pemerintah akan selalu mempertimbangkan kondisi pasar keuangan,“ tuturnya kepada Kontan.co.id, Senin (6/6).

Baca Juga: Penerbitan Obligasi Global Akan Jaga Pergerakan Yield SBN

Selain itu, pihaknya juga akan mempertimbangkan kebutuhan pembiayaan dan kondisi kas negara sehingga penerbitan yang dilakukan dapat sesuai dengan kebutuhan, pada ‘jendela’ yang tepat dan memperoleh biaya yang paling optimal dengan risiko yang terukur.

Adapun, hingga saat ini Pemerintah sudah menerbitkan empat SBN valas dengan total ekuivalen sebesar Rp 75,39 triliun, pada tahun ini.

Deni memerinci, SBN valas yang sudah terbit tersebut diantaranya,  pertama dengan format SEC-Registered Shelf Take-Do wn  sebesar US$ 1,75 miliar, kedua Sukuk Global sebesar US$ 3,25 miliar, ketiga Samurai Bond sebesar JPY 81 miliar, dan keempat PPS Valas sebesar US$ 5,99 juta.

Sebagai informasi, pemerintah berencana menerbitkan SBN valas tersebut sebanyak 18%-20% (Rp 175,25 triliun-194,72 triliun) dari total pembiayaan utang tahun ini yang sebesar Rp 973,6 triliun.

Artinya, berdasarkan hitungan Kontan, penerbitan SBN valas yang belum diterbitkan ada dikisaran Rp 99,6 triliun hingga Rp 119,33 triliun.

Baca Juga: Arus Modal Asing Masuk Rp 10,37 Triliun di Pekan Terakhir Mei 2022

Sayangnya, Deni belum memberikan keterangan terkait SBN valas apalagi yang akan diterbitkan dalam waktu dekat, yang jelas penerbitan SBN valas ini akan dilakukan secara fleksibel dengan mempertimbangkan kondisi terkini, besaran, dan juga waktu yang tepat untuk penerbitan SBN global ini.

“Kita masih punya flexibility dalam menentukan timing dan besaran untuk penerbitan SBN global,” imbuh Deni.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli