Minneapolis Amerika Serikat Memanas, Penembakan Agen ICE Tuai Kecaman



KONTAN.CO.ID - Ketegangan antara otoritas negara bagian Minnesota dan pemerintah federal Amerika Serikat (AS) meningkat tajam menyusul penembakan fatal oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) terhadap seorang perempuan warga negara AS di Minneapolis.

Insiden ini memicu kecaman luas dari pejabat lokal serta gelombang demonstrasi di Minnesota dan sejumlah kota lain.

Perempuan yang tewas diketahui bernama Renee Nicole Good (37), seorang ibu dari tiga anak, yang ditembak oleh agen ICE di kawasan permukiman. Hingga kini, identitas agen penembak belum diungkap ke publik.


Baca Juga: Dolar AS Menguat Jumat (9/1) Pagi: Menanti Data Ketenagakerjaan & Putusan Tarif Trump

Pejabat negara bagian dan federal memberikan versi kejadian yang saling bertolak belakang. Menurut Michelle Gross, Presiden organisasi Community United Against Police Brutality yang berbasis di Minnesota, Good saat itu tengah mengikuti patroli lingkungan yang digagas aktivis lokal untuk memantau, mengamati, dan merekam aktivitas ICE.

Biro Penyelidikan Kriminal Minnesota (Bureau of Criminal Apprehension/BCA) menyatakan semula sepakat dengan FBI untuk melakukan investigasi bersama.

Namun, FBI kemudian mengambil alih sepenuhnya penyelidikan tersebut, sehingga BCA tidak lagi memiliki akses terhadap barang bukti, materi perkara, maupun proses wawancara saksi.

“Akibat keputusan itu, BCA dengan berat hati menarik diri dari penyelidikan,” ujar Kepala BCA Drew Evans dilansir Reuters, Kamis (8/1/2026).

Jaksa Agung Minnesota Keith Ellison menyebut langkah FBI tersebut “sangat mengkhawatirkan”.

Baca Juga: AS Sita Kapal Tanker Rusia, Moskow Murka dan Peringatkan Eskalasi Konflik

Ia menegaskan negara bagian tetap dapat melakukan penyelidikan, dengan atau tanpa kerja sama pemerintah federal.

Ellison juga menyatakan bukti yang telah ia lihat membuka kemungkinan adanya tuntutan pidana berdasarkan hukum negara bagian.

Sementara itu, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem mengatakan BCA tidak disingkirkan, tetapi memang tidak memiliki yurisdiksi dalam kasus tersebut.

Gubernur Minnesota Tim Walz memperingatkan bahwa penyelidikan federal tanpa keterlibatan negara bagian berisiko dipandang publik sebagai upaya “cuci bersih”.

“Hal ini diperparah karena para pejabat berkuasa, dari presiden hingga wakil presiden, sudah lebih dulu menyampaikan penilaian yang terbukti tidak akurat,” ujar Walz.

FBI menolak memberikan komentar atas pernyataan BCA tersebut.

Baca Juga: xAI Elon Musk Rugi Rp 22,8 Triliun, Tapi Pendapatan Melesat Tajam

Agen ICE yang menembak Good merupakan bagian dari sekitar 2.000 personel federal yang dikerahkan pemerintahan Presiden Donald Trump ke wilayah Minneapolis. Departemen Keamanan Dalam Negeri menyebut operasi ini sebagai operasi DHS terbesar sepanjang sejarah.

Pejabat DHS membela tindakan agen tersebut sebagai pembelaan diri dan menuduh Good mencoba menabrak petugas dalam aksi yang mereka sebut sebagai “terorisme domestik”.

Namun, Wali Kota Minneapolis Jacob Frey menyebut klaim tersebut “omong kosong” dan “sampah”, dengan merujuk pada video saksi mata yang beredar dan dinilai bertentangan dengan versi pemerintah.

Baik Frey maupun Walz mendesak Trump untuk menarik pasukan federal dari Minneapolis, dengan alasan kehadiran mereka justru memicu kekacauan.

Meski demikian, laporan media AS menyebut pemerintah justru mengirim tambahan lebih dari 100 personel Patroli Perbatasan ke wilayah tersebut.

Wakil Presiden JD Vance kembali menegaskan narasi pemerintah dalam konferensi pers di Gedung Putih, menyebut tindakan Good sebagai “serangan terhadap penegak hukum” dan menyatakan agen ICE tersebut layak mendapat “ucapan terima kasih”.

Ia juga menepis kemungkinan aparat federal diadili berdasarkan hukum negara bagian.

Baca Juga: Konglomerat Thailand Jual Aset Orchard Road Senilai Rp 5,4 Triliun

Video saksi mata menunjukkan dua petugas bertopeng mendekati mobil Good yang berhenti di jalan. Saat salah satu petugas memerintahkan Good keluar dan mencoba membuka pintu mobil, kendaraan tersebut sempat mundur lalu bergerak maju untuk meninggalkan lokasi.

Seorang petugas lain kemudian menembakkan tiga peluru ke arah mobil, termasuk tembakan melalui jendela pengemudi.

Belum jelas apakah mobil Good sempat menyentuh petugas tersebut. Menteri Noem mengatakan petugas itu sempat dibawa ke rumah sakit dan dipulangkan pada hari yang sama. Namun Trump menyatakan di media sosial bahwa Good “menabrak petugas ICE”.

Gross menegaskan tidak ada pembenaran atas penggunaan kekuatan mematikan. “Mereka hanya menjalankan hak Amandemen Pertama untuk merekam aparat,” ujarnya.

Penembakan ini memicu demonstrasi besar-besaran. Ribuan orang turun ke jalan di Minneapolis, sementara aksi protes juga digelar atau direncanakan di New York, Chicago, Seattle, Los Angeles, dan Philadelphia.

Garda Nasional Minnesota disiagakan, dan sekolah umum Minneapolis ditutup sebagai langkah pencegahan.

Renee Nicole Good diketahui berasal dari Colorado dan meninggalkan seorang putri berusia 15 tahun serta dua putra berusia 12 dan 6 tahun.

Baca Juga: Pegawai Federal AS Turun Drastis, Terendah dalam Satu Dekade Terakhir

Ia meraih gelar sarjana sastra Inggris pada 2020 dan pernah memenangkan penghargaan puisi tingkat sarjana.

Operasi federal di Minnesota merupakan bagian dari kebijakan pengetatan imigrasi nasional pemerintahan Trump, yang juga dipicu penyelidikan dugaan penipuan terhadap sejumlah organisasi nirlaba di komunitas Somalia di Minnesota.

Trump sebelumnya melontarkan pernyataan kontroversial terhadap komunitas Somalia-Amerika di negara bagian tersebut.

Selanjutnya: 5 Kesalahan Finansial yang Sering Bikin Rencana Menikah Tertunda

Menarik Dibaca: 5 Kesalahan Finansial yang Sering Bikin Rencana Menikah Tertunda