Minyak Dunia Melonjak, Pemerintah Pastikan Harga BBM Pertalite Tetap Stabil



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak dunia kembali memanas seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz akibat konflik Israel–AS dan Iran mendorong lonjakan harga minyak global dan memicu kekhawatiran terhadap beban subsidi energi dalam negeri.

Meski demikian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan harga BBM subsidi, termasuk Pertalite, tidak akan mengalami kenaikan.

“BBM dalam negeri itu kan dibagi menjadi dua. Ada harga yang disubsidi, ada harga yang diserahkan kepada pasar. Kalau harga yang disubsidi, yang bensin, Pertalite, itu mau naik berapa pun tetap harganya sama. Sebelum ada perubahan dari pemerintah,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers di Jakarta, Selasa (3/3/2026).


Baca Juga: Tahan Gejolak Global, RI Bangun Storage BBM untuk 3 Bulan

Ia menjelaskan, skema tersebut memang sudah lama berjalan. Untuk BBM non-subsidi, harga disesuaikan dengan dinamika pasar sebagaimana diatur dalam regulasi yang berlaku sejak 2022.

“Tetapi kalau untuk non-subsidi, artinya harga pasar, dia akan fluktuasi berdasarkan dinamika harga pasar yang ada, yang sudah terjadi sebelumnya,” jelasnya.

Sebaliknya, untuk BBM subsidi seperti Pertalite dan solar subsidi, harga tidak berubah sepanjang belum ada kebijakan baru dari pemerintah.

Saat ditanya apakah sudah ada pembahasan terkait kemungkinan penyesuaian harga, Bahlil memastikan hingga rapat terakhir belum ada agenda tersebut.

Baca Juga: Kilang Saudi Aramco Terdampak Konflik, RI Siapkan Alternatif Impor LPG

“Sampai dengan kami rapat tadi, belum ada. Jadi aman-aman saja, hari raya yang baik, puasa yang baik, insya Allah belum ada kenaikan harga BBM,” katanya.

Di pasar global, harga minyak memang sedang bergejolak. Mengutip Bloomberg, harga minyak acuan Amerika Serikat West Texas Intermediate (WTI) berada di atas US$71 per barel setelah melonjak lebih dari 6% pada perdagangan sebelumnya. Sementara itu, harga minyak Brent ditutup mendekati US$78 per barel.

Lonjakan harga ini berpotensi menekan anggaran subsidi energi jika berlangsung dalam jangka panjang. Namun untuk saat ini, pemerintah memastikan harga Pertalite tetap stabil di tengah gejolak pasar minyak dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News