KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia bergerak stabil pada perdagangan Rabu (5/8/2026) setelah mengalami penurunan tajam dalam dua sesi sebelumnya. Pelaku pasar kini menunggu kepastian perkembangan upaya mengakhiri konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta kemungkinan dibukanya kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Baca Juga: Inflasi Filipina Melambat Jadi 6,2% pada Juli 2026 Mengutip
Reuters, harga minyak mentah Brent naik 26 sen atau sekitar 0,33% menjadi US$ 79,62 per barel pada pukul 01.10 GMT. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 12 sen atau 0,16% ke level US$ 75,90 per barel. Pergerakan harga minyak relatif stabil setelah Qatar menyatakan para mediator terus mencatat kemajuan dalam upaya mengakhiri perang antara AS dan Iran. Pernyataan tersebut sebelumnya memicu aksi jual yang menekan harga minyak lebih dari 5% pada perdagangan Selasa (4/8). Meski demikian, Teheran membantah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan bahwa perundingan dengan Iran telah berlangsung.
Baca Juga: Jetstar Bakal Kenakan Biaya untuk Tas Kabin di Kompartemen Atas Mulai Februari 2027 Analis IG menilai salah satu hambatan utama dalam negosiasi adalah persoalan kendali atas Selat Hormuz. "Persoalan utamanya tampaknya adalah apakah Iran akan tetap bersikeras mempertahankan tingkat kendali tertentu atas jalur pelayaran tersebut, dan apakah Amerika Serikat akan tetap menolak tuntutan tersebut," tulis analis IG dalam risetnya. Harga Brent pada Selasa ditutup di bawah US$ 80 per barel untuk pertama kalinya sejak 13 Juli, setelah sebelumnya merosot lebih dari 5%. Pelemahan itu memperpanjang penurunan tajam pada Senin seiring meningkatnya harapan bahwa kesepakatan antara kedua negara dapat segera tercapai. Sebelum konflik pecah, sekitar 20% pasokan minyak dunia dan gas alam cair (LNG) global melewati Selat Hormuz. Gangguan terhadap jalur strategis tersebut sempat mendorong lonjakan harga minyak hingga sekitar 50% sejak Maret. Sementara itu, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dan Presiden Donald Trump pada Selasa melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon mengenai upaya mempersempit perbedaan antara Washington dan Teheran serta meningkatkan peluang tercapainya penyelesaian konflik secara permanen.
Baca Juga: Harga Emas Spot Menguat Tipis Rabu (5/8), Pasar Menanti Data Tenaga Kerja AS Sebelumnya, Trump menyatakan pembicaraan dengan Iran telah dimulai dan menyebut Teheran menghadapi "kesempatan terakhir" untuk mencapai kesepakatan.
Namun, pejabat Iran kembali menegaskan bahwa tidak ada negosiasi dengan Amerika Serikat yang sedang berlangsung. Dari sisi fundamental, pelaku pasar juga mencermati perkembangan stok minyak di Amerika Serikat. Berdasarkan data American Petroleum Institute (API), persediaan minyak mentah AS naik sekitar 2,7 juta barel pada pekan yang berakhir 31 Juli. Di sisi lain, persediaan bensin juga meningkat, sedangkan stok produk distilat mengalami penurunan. Pelaku pasar kini menantikan data resmi persediaan energi dari Energy Information Administration (EIA) yang dijadwalkan dirilis pada Rabu waktu setempat untuk memperoleh gambaran lebih jelas mengenai kondisi pasokan minyak di Amerika Serikat.