KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyoroti kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di sejumlah daerah yang salah satunya masih dipengaruhi harga minyak goreng. Kemendag pun meminta pasokan Minyakita terus dijaga agar tersedia secara merata di pasar rakyat. Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Nawandaru Dwi Putra mengatakan, pemerintah saat ini terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan Minyakita di berbagai daerah. Meski pasokan minyak goreng secara umum masih aman dan stabil, pekerjaan rumah pemerintah adalah memastikan Minyakita dapat terdistribusi secara merata dan berkelanjutan.
“Secara umum memang minyak goreng ini tercatat pasokannya aman dan stabil, namun kita bersama-sama saat ini fokus bagaimana Minyakita ini bisa ter-deliver secara merata,” ujar Nawandaru dalam rakor pengendalian inflasi, Senin (14/9/2026).
Baca Juga: Harga Daging Ayam Naik di Tingkat Konsumen, Kementan Soroti Harga di Tingkat Peternak Nawandaru mengatakan, kondisi harga Minyakita saat ini masih menjadi perhatian. Per 11 September 2026, harga rata-rata nasional Minyakita tercatat Rp15.865 per liter. Angka tersebut masih sedikit di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter. Untuk menjaga harga dan pasokan, Kemendag mengandalkan distribusi Minyakita melalui badan usaha milik negara (BUMN), yakni Perum Bulog dan ID FOOD. Nawandaru mengatakan, penyaluran melalui BUMN menjadi salah satu ujung tombak pemerintah untuk mengisi pasokan Minyakita, terutama di pasar-pasar rakyat.
Realisasi DMO Minyak Goreng
Berdasarkan data Kemendag, realisasi domestic market obligation (DMO) minyak goreng rakyat yang direpresentasikan melalui Minyakita menunjukkan tren peningkatan sejak Juni hingga Agustus 2026. Pada Agustus 2026, realisasi DMO tercatat mencapai 139.638 ton. Sementara itu, sepanjang 1-11 September 2026, realisasi DMO dari produsen telah mencapai 60.278 ton. Adapun realisasi DMO kepada distributor satu (D1) BUMN, baik Perum Bulog maupun ID FOOD, tercatat sebesar 502.120 ton atau sekitar 48,62%. Nawandaru meminta Bulog dan ID FOOD terus mengisi pasokan Minyakita di pasar rakyat secara berkala. Hal ini penting karena kenaikan jumlah daerah yang mengalami kenaikan IPH menjadi perhatian pemerintah. “Yang pertama adalah terkait dengan kontinuitas pasokan. Yang kedua, terkait dengan keberadaan Minyakita apakah sudah mengisi pasokan di pedagang-pedagang, di pasar rakyat,” katanya.
Baca Juga: BPS Soroti Kenaikan Harga Daging Ayam, Telur, Beras hingga Minyak Goreng Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH meningkat dari 66 menjadi 81 kabupaten/kota pada pekan sebelumnya. Kemendag pun mendorong Bulog dan ID FOOD bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan pasokan Minyakita tersedia di pasar rakyat. Nawandaru bahkan mengingatkan agar ketersediaan Minyakita tidak hanya muncul ketika pejabat pemerintah melakukan pengecekan ke lapangan. “Kami mewanti-wanti atau memperingatkan ketika pimpinan kami atau pimpinan atau pejabat daerah cek lapangan terus ada. Tapi ketika ditinggalkan ternyata pasokannya kembali kosong,” tegasnya. Menurut dia, kontinuitas pasokan menjadi penting agar masyarakat tetap dapat mengakses minyak goreng dengan harga yang terjangkau. Kemendag juga mendorong produsen meningkatkan produksi minyak goreng non-Minakita melalui second brand sebagai alternatif bagi masyarakat. Selain itu, Kemendag mendorong produsen memperkuat kerja sama pasokan dengan BUMN. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas distribusi Minyakita ke wilayah yang sulit dijangkau, khususnya kawasan timur Indonesia dan wilayah kepulauan.
“PR yang utama adalah bagaimana mendeliver secara kontinu ke kawasan timur dan ke kawasan kepulauan dan ini juga perlu dukungan dari produsen,” ujar Nawandaru. Diketahui, Berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) pada Senin (14/9/2026) mencatat rata-rata harga Minyak Goreng Sawit kemasan premium mencapai Rp 22.543/liter atau naik 0,01%. Kemudian minyak goreng sawit curah mengalami penurunan 0,05% menjadi Rp 19.508/liter. Sementara Minyakita tidak mengalami perubahan harga atau tetap sebesar Rp 15.865/liter. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News