Minyak Kanola Baik atau Buruk untuk Kesehatan?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minyak kanola memberikan dampak baik atau buruk untuk kesehatan?

Minyak kanola salah satu jenis minyak yang cukup populer di dunia. 

Baca Juga: 7 Makanan yang Baik dan Buruk untuk Kesehatan Penderita Asam Lambung


Asal tahu saja, minyak kanola memiliki rasa yang ringan dan titik asap tinggi sehingga membuatnya banyak digunakan untuk memasak. 

Biasanya minyak kanola digunakan untuk memasak beragam menu saus salad, memanggang, dan menumis. 

Mengutip dari Verywell Fit, dalam satu sendok atau setara dengan 14 gram minyak kanola mengandung: 

  • 124 Kalori 
  • Lemak 14 gram 
  • Sodium 0 miligram 
  • Karbohidrat 0 gram 
  • Serat 0 gram 
  • Gula 0 gram 
  • Protein 0 gram 
  • Vitamin K 
  • Vitamin E 
Minyak kanola disebut-sebut jenis minyak yang lebih sehat dibandingkan minyak sawit.

Mengutip dari WebMD, minyak kanola mengandung asam lemak omega-3 asam alfa-linolenat yang tinggi (ALA).

Hasil penelitian menyebutkan bahwa ALA bisa membantu melindungi kesehatan jantung dengan mengelola tekanan darah, kolesterol, dan peradangan. 

Dampak buruk minyak kanola untuk kesehatan

Disebut-sebut baik untuk menjaga kesehatan, minyak kanola juga memberikan dampak buruk untuk kesehatan tubuh seperti: 

1. Meningkatkan peradangan 

Hasil beberapa penelitian pada hewan yang menghubungkan minyak kanola dengan peningkatan peradangan dan stres oksidatif. 

Stres oksidatif mengacu pada ketidakseimbangan antara radikal bebas berbahaya yang bisa menyebabkan peradangan dan antioksidan yang mencegah atau memperlambat kerusakan akibat radikal bebas. 

Sebuah penelitian pada tikus menunjukkan bahwa senyawa yang terbentuk selama pemanasan minyak kanola meningkatkan penanda peradangan tertentu. 

2. Dampak buruk untuk memori 

Hasil penelitian pada hewan juga menunjukkan bahwa minyak kanola bisa berdampak negatif pada memori. 

Sebuah penelitian pada tikus menemukan bahwa paparan kronis pada diet kaya kanola bisa mengakibatkan kerusakan memori yang signifikan dan peningkatan berat badan yang substansial. 

Baca Juga: 4 Cara Alami Memutihkan Gigi yang Bisa Dilakukan di rumah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tri Sulistiowati