Minyak mendekati US$ 50, bursa Asia sumringah



TOKYO. Bursa Asia dibuka sumringah pada transaksi perdagangan pagi ini (6/10). Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 09.11 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific mendaki 0,4%.

Sedangkan berdasarkan data CNBC, indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,76% seiring pelemahan yen terhadap dollar AS. Sekadar informasi, per pukul 08.21 waktu Hong Kong, nilai tukar yen berada di level 103,50 per dollar AS.

Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan naik 0,3%. Badai Chaba saat ini menyerang bagian selatan wilayah Korea Selatan. Badai ini sudah menewaskan tiga orang. Tak hanya itu, banjir juga melanda pelabuhan terbesar di kota Busan. Badai Chaba juga menyebabkan puluhan penerbangan di Pulau Jeju dibatalkan.


Salah satu saham yang mempengaruhi bursa Korsel di antaranya: Hyundai Motor yang turun 0,71% setelah Reuters melaporkan dua pabriknya disuspensi karena banjir.

Di sisi lain, saham Samsung Electronics melonjak 3,52% setelah Reuters melaporkan, hedge fund AS Elliot Management mempublikasikan sebuah surat yang mengimbau agar jajaran direksi Samsung melakukan perubahan dalam tata kelola perusahaan.

Indeks acuan Asia lainnya, ASX 200 Australia, naik 0,33%. Sektor energi naik 1,59% dan sektor bahan baku naik 0,58%.

Pasar saham China masih ditutup karena libur nasional.

Kenaikan bursa Asia terjadi seiring dengan lompatan harga minyak dunia mendekati level US$ 50 per barel. Sekadar informasi saja, harga kontrak minyak dunia tercatat turun 0,32% menjadi US$ 49,67 per barel setelah melompat 2% tadi malam.

Harga kontrak minyak Brent juga melaju 0,37% menjadi US$ 51,67 per barel setelah tadi malam naik 1,8%.

"Terjadinya reli pada harga minyak mendongkrak sektor energi yang bersaing dengan sektor finansial sebagai sektor dengan performa terbaik. Kedua sektor ini mengangkat kinerja market," jelas Michael McCarthy, chief market strategist CMC Market.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie