JAKARTA. Meski persediaan minyak di Amerika Serikat (AS) turun, nyatanya itu tidak membuat harga minyak terangkat. Harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober di Bursa Komoditas New York, kemarin (22/8) malah turun 0,31% menjadi US$ 96,54 per barel dari sehari sebelumnya. Sedangkan harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengiriman Oktober di bursa London, kemarin, berada di level US$ 114,03. Itu sama saja turun 0,53% dari perdagangan sehari sebelumnya. Dalam sepekan, harga kontrak minyak jenis ini telah melemah sebesar 0,24%. Sentimen negatif dari data defisit perdagangan Jepang yang lebih buruk dari ekspektasi ekonom serta perlambatan ekonomi di China tampaknya menahan kenaikan harga minyak. Namun, jika dihitung selama sepekan, harga minyak WTI masih terangkat sebesar 2,03%. Sedang, dalam sebulan terakhir, harga minyak mengalami penguatan 9,17%.
Minyak terjegal data ekonomi Jepang
JAKARTA. Meski persediaan minyak di Amerika Serikat (AS) turun, nyatanya itu tidak membuat harga minyak terangkat. Harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober di Bursa Komoditas New York, kemarin (22/8) malah turun 0,31% menjadi US$ 96,54 per barel dari sehari sebelumnya. Sedangkan harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengiriman Oktober di bursa London, kemarin, berada di level US$ 114,03. Itu sama saja turun 0,53% dari perdagangan sehari sebelumnya. Dalam sepekan, harga kontrak minyak jenis ini telah melemah sebesar 0,24%. Sentimen negatif dari data defisit perdagangan Jepang yang lebih buruk dari ekspektasi ekonom serta perlambatan ekonomi di China tampaknya menahan kenaikan harga minyak. Namun, jika dihitung selama sepekan, harga minyak WTI masih terangkat sebesar 2,03%. Sedang, dalam sebulan terakhir, harga minyak mengalami penguatan 9,17%.