Minyak turun dekati level terendah dua bulan



HONG KONG. Harga minyak tertekan mendekati penutupan pada level terendah lebih dari dua bulan, Senin (25/7). Menyusul meningkatnya aktivitas pengeboran produsen minyak Amerika Serikat (AS) untuk pekan keempat, kian meningkatkan spekulasi melimpahnya stok.

Mengutip Bloomberg, minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September berada  US$ 44,18 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 1 sen, pukul 10:04 waktu Hong Kong. Minyak telah kehilangan 1,3 % menjadi US$ 44,19 pada hari Jumat, penutupan terendah sejak 9 Mei.

Minyak Brent untuk pengiriman September berada 1 sen lebih tinggi pada US$ 45,70 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak ini turun 51 sen menjadi US$ 45,69 pada hari Jumat, capping penurunan 4 % untuk sepekan.


Perusahaan minyak Baker Hughes Inc menargetkan peningkatan aktivitas rig 14-371.  Sebelumnya, minyak mentah berfluktuasi antara sekitar US$ 43 dan US$ 52 per barel sejak awal Juni.

Penguatan dollar Amerika Serikat (AS) turut mempengaruhi harga komoditas, biasanya mengurangi daya tarik komoditas dalam mata uang dollar kepada investor. “Saat ini terbebani oleh kekuatan dollar AS dan fakta jumlah rig yang mulai bertambah,” kata Ric Spooner, analis CMC Market di Sydney dikutip dari Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News