KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) diproyeksi kembali mengerek suku bunga acuan atawa BI Rate pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 21 – 22 Juli 2026. Mirae Asset Sekuritas menyebut, kenaikan suku bunga acuan tersebut digunakan untuk menstabilkan nilai tukar. Analis Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto mengatakan, tingkat suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama menjadi kenyataan, dengan imbal hasil obligasi 10 tahun belum sepenuhnya disesuaikan. Menurutnya, kombinasi kebijakan telah bergeser secara tegas ke arah yang disebut kebijakan moneter ketat dan kurva terarah. “BI menaikkan suku bunga sebesar 100 bps selama Mei dan Juni dan kami memperkirakan satu langkah lagi ke 6,0% untuk menstabilkan nilai tukar, sebuah pembalikan tajam dari skenario dasar awal tahun kami yang memperkirakan tidak ada pemotongan suku bunga,” ujar Rully dalam risetnya pada Senin (20/7/2026).
Mirae Asset Sekuritas Proyeksi BI Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 6%
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) diproyeksi kembali mengerek suku bunga acuan atawa BI Rate pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 21 – 22 Juli 2026. Mirae Asset Sekuritas menyebut, kenaikan suku bunga acuan tersebut digunakan untuk menstabilkan nilai tukar. Analis Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto mengatakan, tingkat suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama menjadi kenyataan, dengan imbal hasil obligasi 10 tahun belum sepenuhnya disesuaikan. Menurutnya, kombinasi kebijakan telah bergeser secara tegas ke arah yang disebut kebijakan moneter ketat dan kurva terarah. “BI menaikkan suku bunga sebesar 100 bps selama Mei dan Juni dan kami memperkirakan satu langkah lagi ke 6,0% untuk menstabilkan nilai tukar, sebuah pembalikan tajam dari skenario dasar awal tahun kami yang memperkirakan tidak ada pemotongan suku bunga,” ujar Rully dalam risetnya pada Senin (20/7/2026).
TAG: