Mirip, Ini Perbedaan Gejala Tipes dan DBD yang Perlu Dicermati



KONTAN.CO.ID - Demam Berdarah Dengue atau DBD adalah penyakit yang sering muncul di musim hujan. Sayangnya, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum paham perbedaan gejala tipes dan DBD. 

Pasalnya, DBD adalah jenis penyakit yang harus segera mendapat penanganan medis yang tepat. Padahal ada banyak kasus DBD yang berakibat fatal akibat terlambat dideteksi dan ditangani. 

Perlu diketahui bahwa DBD menular melalui virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegepty.  


Lantas, seperti apa perbedaan gejala tipes dan DBD? 

Baca Juga: Dinkes DKI Jakarta Catat Jumlah Kasus DBD Capai 6.755 per 12 Mei 2024

Gejala tipes 

Demam tifoid atau tipes adalah infeksi bakteri yang dapat menyebar ke seluruh tubuh dan mempengaruhi berbagai organ.

Penyakit tipes disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi, Salmonella paratyphi A, B, atau C. Biasanya, periode inkubasi penyakit ini berlangsung sekitar 3-60 hari.

Dirangkum dari laman Kementerian Kesehatan, cara penularan tipes melalui kontak dengan kotoran yang mengandung bakteri tersebut, seperti saat mengonsumsi makanan yang terkontaminasi oleh lalat yang membawa bakteri tersebut.

Beberapa gejala tipes yang perlu dicermati adalah sebagai berikut:

  • Demam yang berlangsung lebih dari seminggu dan tidak merespon terhadap obat penurun panas. Demam dapat meningkat secara bertahap setiap harinya dan berlangsung hingga 3 minggu jika tidak diobati.
  • Kelelahan yang berlebihan.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri pada persendian dan otot.
  • Perut terasa kembung atau nyeri.
  • Diare atau sulit buang air besar.
  • Mual dan muntah.
  • Batuk.
  • Penurunan berat badan atau nafsu makan.
  • Gelisah.
Baca Juga: Kasus DBD Meningkat, Ini 4 Cara Tepat Mencegah Anak Terkena Demam Berdarah

Gejala DBD

Beberapa orang ketika mengidap demam berdarah tidak menujukkan gejala DBD. Namun, biasanya gejala DBD akan muncul pada empat sampai sepuluh hari setelah seseorang digigit. 

Beberapa gejala DBD juga mirip dengan gejala tipes, misalnya demam tinggi. Nah, beberapa gejala DBD seperti dirangkum dari laman resmi Kementerian Kesehatan adalah sebagai berikut:

1. Demam tinggi yang mendadak

Demam tinggi hingga 40 derajat celcius menjadi salah satu gejala DBD pada orang dewasa. Meskipun hampir sama dengan penyakit lainnya, namun demam tinggi pada penyakit DBD tidak disertai dengan gejala bersin atau batuk. 

Selain itu, jika demam tinggi tidak menghilang selama tiga hari, maka pengidap demam harus melakukan tes darah pada hari keempat.

Baca Juga: Hari Demam Berdarah Nasional, Cek Tanda-Tanda DBD Pada Remaja & Orang Dewasa  

2. Nyeri otot

Setelah mengalami demam, pasien yang terjangkit DBD akan mengalami nyeri pada beberapa bagian tubuh seperti sendi, tulang, otot, hingga daerah belakang mata. 

3. Sakit kepala parah

Salah satu ciri-ciri DBD adalah rasa sakit kepala yang parah, biasanya terjadi di sekitar dahi. 

4. Mual dan muntah

Gejala DBD pada orang dewasa lainnya adalah merasakan mual dan juga muntah sehingga juga akan menimbulkan rasa yang tidak nyaman pada area perut maupun punggung. 

Baca Juga: Ciri-Ciri DBD yang Harus Diwaspadai, Cek Minuman Menyembuhkan Demam Berdarah

5. Kelelahan

Setelah mengalami berbagai gejala DBD di atas, tubuh akan merasakan kelelahan akibat penurunan nafsu makan.

6. Muncul ruam atau bintik merah 

Gejala DBD yang khas adalah muncul ruam atau bintik merah pada kulit penderita demam berdarah yang terjadi akibat pendarahan. Bila ditekan, bintik ini tak akan pudar. 

Bintik merah ini biasanya muncul sekitar 2-5 hari setelah demam. Selain itu, pengidap demam berdarah biasanya akan mengalami mimisan dan perdarahan ringan pada gusi. 

Baca Juga: Cek, 13 Manfaat Sambiloto untuk Kesehatan dan Cara Merebusnya yang Benar

Perbedaan gejala tipes dan DBD

Perbedaan gejala tipes dan DBD yang paling jelas adalah pada DBD akan muncul ruam atau bintik merah yang menjadi gejala khas DBD. 

Selain itu, gejala DBD juga tidak disertai dengan batuk dan kesulitan buang air besar atau diare. Sementara gejala tipes diserta dengan batuk, diare, kesulitan buang air besar, dan perut terasa kembung atau nyeri.  

Baca Juga: Selain Bintik-Bintik, Inilah Tanda-Tanda DBD Pada Remaja & Orang Dewasa

Obat DBD

Apabila mengalami gejala demam, untuk penanganan awal dapat mengkonsumsi obat penurun panas yakni Paracetamol. Selain itu, dokter biasanya juga akan meresepkan obat DBD Kalnex untuk menghentikan pendarahan.

Pasalnya, penderita DBD dapat mengalami kebocoran plasma yang bisa menyebabkan pendarahan dalam tubuh. Namun, Kalnex adalah obat keras sehingga penggunaannya harus sesuai dengan petunjuk dokter. 

Selain itu, prinsip pengobatan infeksi DBD adalah pemberian cairan yang cukup.  dr. Arifianto, Sp.A dan dr. Nurul I. Hariadi, FAAP, dalam buku mereka berjudul "Berteman dengan Demam" (2017), ketika dirawat di RS, pasien DBD akan diberikan cairan infus. Mereka juga akan dipantau tanda vitalnya secara rutin dan keluar masuknya cairan tubuh sampai kondisinya membaik dengan senidirinya. 

Baca Juga: Ciri-Ciri DBD yang Harus Diwaspadai, Cek Minuman Menyembuhkan Demam Berdarah

Ketika terserang DBD, seseorang akan mengalami peningkatan nilai hematokrit, di mana cairan tubuh “merembes” keluar dari pembuluh darah menuju rongga-rongga tubuh di sekitarnya.

Ketika cairan tubuh keluar ke rongga pleura (selaput pembungkus paru-paru) dan rongga peritoneum (lapisan di perut di luar usus dan organ perut lainnya, otomatis tubuh relatif akan kekurangan cairan.

Maka dari itu, pemberian cairan baik lewat mulut maupun infus menjadi terapi utama mengobati DBD. Arifianto dkk. 

Demikian penjelasan mengenai perbedaan gejala tipes dan DBD yang perlu dicermati. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News