MISI: sadar pensiun membaik, tapi belum prioritas



JAKARTA. Masyarakat Indonesia sepertinya harus lebih memperhatikan masa tua mereka. Pasalnya, survei Manulife Investor Sentiment Index (MISI) melansir, 75% masyarakat Indonesia masih harus bekerja sampai akhir umur 60 tahun-an untuk mencukupi kebutuhan masa tua nanti.

Dalam survei yang dilakukan Manulife pada kuartal keempat tahun lalu, seperti dikatakan Nur Hasan Kurniawan, Chief of Employee Benefits PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, masih banyak orang yang belum merencanakan kebutuhan masa pensiun mereka. “Kesadarannya membaik, tetapi masih sedikit orang yang memiliki rencana pensiun,” ujarnya ditemui KONTAN, Selasa (11/2). 

Menurut hasil riset MISI, lebih dari separuh investor tercatat belum merencanakan masa pensiun. Ada beberapa di antaranya bahkan salah dalam membuat perhitungan. Di samping itu, kebanyakan investor di Indonesia cenderung menyimpan dana tunai. Padahal, menyimpan dana tunai dalam tabungan hanya akan membuat investor merugi karena tergerus inflasi.


Sementara, sambung Nur Hasan, inflasi dan nilai suku bunga yang tinggi, serta depresiasi rupiah ikut mempengaruhi pengeluaran masa pensiun. Mengingat kenaikan biaya, salah satunya biaya kesehatan. Berdasarkan data World Health Organization National health Account, biaya perawatan kesehatan per kapita meningkat tiga kali di sepanjang tahun 2004 – 2011.

MISI merupakan survei ekskusif yang dilakukan Manulife setiap kuartal. Survei ini mengukur dan melacak pandangan investor. Di Asia, MISI dilakukan di tujuh negara yang didasarkan pada 500 wawancara online. Responden adalah investor kelas menengah hingga papan atas yang berusia 25 tahun ke atas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia