KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyebut sebagian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tengah menghadapi tantangan. Hal itu turut mempengaruhi kemampuan mereka dalam memenuhi kewajiban pembayaran secara tepat waktu ke fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar). Dalam kondisi itu, Ketua Umum AFPI Entjik Djafar menerangkan penyelenggara fintech lending perlu melakukan sejumlah upaya guna memitigasi risiko kredit macet pada segmen UMKM. Dia bilang salah satu upayanya, yakni platform perlu mengoptimalkan integrasi Fintech Data Center (FDC) untuk mencegah pinjaman berlebih dan memperkuat edukasi literasi keuangan konsumen. "Selain itu, memanfaatkan alternatif credit scoring berbasis kecerdasan buatan," katanya kepada Kontan, Minggu (13/9/2026).
Mitigasi Risiko Kredit Macet Segmen UMKM, Fintech Lending Perlu Terapkan Upaya Ini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyebut sebagian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tengah menghadapi tantangan. Hal itu turut mempengaruhi kemampuan mereka dalam memenuhi kewajiban pembayaran secara tepat waktu ke fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar). Dalam kondisi itu, Ketua Umum AFPI Entjik Djafar menerangkan penyelenggara fintech lending perlu melakukan sejumlah upaya guna memitigasi risiko kredit macet pada segmen UMKM. Dia bilang salah satu upayanya, yakni platform perlu mengoptimalkan integrasi Fintech Data Center (FDC) untuk mencegah pinjaman berlebih dan memperkuat edukasi literasi keuangan konsumen. "Selain itu, memanfaatkan alternatif credit scoring berbasis kecerdasan buatan," katanya kepada Kontan, Minggu (13/9/2026).