KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Mitra distribusi menyiapkan sejumlah strategi untuk mengoptimalkan penjualan SBN ritel pertama di tahun ini, yakni ORI029. Adapun masa penawaran ORI029 dilakukan mulai 26 Januari – 19 Februari 2026 dengan target penjualan sebesar Rp 25 triliun. Direktur Retail Markets & Technology BNI Sekuritas, Teddy Wishadi, mengatakan komitmen BNI Sekuritas sebagai mitra distribusi SBN dalam menyediakan alternatif investasi yang aman dan menarik bagi masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, ORI029 dapat menjadi pilihan strategis dalam melakukan diversifikasi portofolio, khususnya di tengah kondisi pasar yang dinamis dengan tingkat volatilitas yang masih tinggi akibat berbagai faktor global dan domestik.
Baca Juga: IHSG Turun 0,53% Hari Ini (5/2), Simak Proyeksinya Besok (6/2) Sebagai instrumen investasi yang dijamin sepenuhnya oleh Negara, baik dari sisi pembayaran kupon maupun pokok investasi, ORI029 menawarkan tingkat risiko yang relatif rendah dengan imbal hasil yang tetap kompetitif. “Hal ini menjadikan ORI029 relevan bagi investor yang ingin menjaga stabilitas fundamental serta kinerja portofolio dalam jangka menengah hingga Panjang,” ujar Teddy kepada Kontan, Kamis (5/2/2026). BNI Sekuritas menyampaikan bahwa berdasarkan histori penawaran ORI sebelumnya, produk yang paling diminati adalah tenor 3 tahun. Hal ini disebabkan karena jangka waktu investasinya relatif lebih pendek, sementara selisih kupon dengan tenor 6 tahun tidak terlalu signifikan. Adapun untuk mengoptimalkan penjualan ORI029, BNI Sekuritas menyiapkan program promo bagi nasabah yang melakukan pembelian ORI dengan nominal minimum tertentu. Selain itu, BNI Sekuritas menyediakan landing page sbn.bions.id sebagai pusat informasi detail produk, melakukan ads konten melalui media sosial, serta menghadirkan konten tutorial di Instagram dan YouTube untuk memudahkan nasabah dalam proses pembelian. Ketika ditanya terkait target penjualan, BNI Sekuritas mengaku belum bisa memberi tanggapan, Yang jelas, pemerintah menargetkan ORI029 dapat terjual sebesar Rp 25 triliun. Head of PR & Corporate Communication Bibit.id William mengatakan ORI029 menjadi alternatif investasi jangka menengah yang menjanjikan passive income setiap bulan dan 100% dijamin negara. Ia bilang sejauh ini ORI029 tenor 3 tahun yang lebih banyak diminati di platform Bibit.
Baca Juga: Pameran IIMS 2026 Jadi Sentimen Jangka Pendek bagi Saham Otomotif Untuk mengoptimalkan penjualan ORI029, Bibit melakukan edukasi masyarakat lewat acara webinar, media sosial, dan lewat media massa mengenai produk dan keunggulannya. Selain itu ada cashback menarik up to Rp 45 juta untuk pembelian ORI029 di Bibit. “Kalau bicara target (penjualan ORI029) tentu setinggi-tingginya yang kami targetkan. Bukan soal angka saja, tapi bagaimana ada peningkatan jumlah investor baru dan keaktifan existing investor yang membeli SBN lewat aplikasi Bibit,” terang William. Seperti diketahui, sebagai SBN ritel pertama yang diterbitkan pada tahun 2026, ORI029 hadir dalam dua pilihan tenor investasi, yaitu ORI029-T3 dengan jangka waktu tiga tahun yang akan jatuh tempo pada 15 Februari 2029. Serta ORI029-T6 dengan tenor enam tahun yang akan jatuh tempo pada 15 Februari 2032. ORI029 menawarkan tingkat kupon yang kompetitif, masing-masing sebesar 5,45% per tahun untuk ORI029-T3 dan 5,80% per tahun untuk ORI029-T6.
Berdasarkan data Bareksa per Kamis (5/2/2026) pukul 18.16 WIB, ORI029 tenor 3 tahun telah terjual 30% dan masih ada kuota sebesar Rp 10.552.103.000.000. Sedangkan ORI029 tenor 6 tahun telah terjual 14% dan masih ada kuota sebesar Rp 8.610.338.000.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News