Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA) Agresif Lakukan Ekspansi, Simak Rekomendasi Sahamnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana ekspansi PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) dengan alokasi belanja modal besar pada 2026 dinilai akan memperkuat prospek pertumbuhan jangka menengah hingga panjang. Meski begitu, tekanan margin jangka pendek menjadi hal yang perlu dicermati investor.

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, alokasi capex sebesar Rp 900 miliar hingga Rp 1 triliun mencerminkan strategi ekspansi yang agresif namun tetap terukur.

“Langkah ini positif bagi pertumbuhan jangka menengah-panjang, karena sektor rumah sakit masih memiliki ruang pertumbuhan seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan,” ujar Azis kepada Kontan, Selasa (14/4/2026).


Namun, Azis mengingatkan bahwa ekspansi tersebut berpotensi menekan margin dalam jangka pendek akibat munculnya biaya awal operasional.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Menguat, Intip Saham Pilihan Kiwoom Sekuritas Rabu (15/4)

MIKA tengah membangun dua rumah sakit baru di wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur yang ditargetkan rampung pada kuartal III-IV 2026.

Menurut Azis, kontribusi dari rumah sakit baru tersebut terhadap pendapatan pada 2026 diperkirakan masih terbatas. Hal ini mengingat fasilitas baru umumnya membutuhkan waktu untuk mencapai tingkat okupansi optimal.

“Kontribusi yang lebih material kemungkinan baru akan terlihat pada 2027 hingga 2028, seiring peningkatan utilisasi dan jumlah pasien,” jelasnya.

Dari sisi pendanaan, keputusan MIKA untuk membiayai ekspansi sepenuhnya dari kas internal dinilai mencerminkan kekuatan likuiditas dan struktur neraca yang solid.

Azis menilai, langkah ini juga menunjukkan tingkat leverage yang rendah sehingga risiko keuangan relatif terjaga.

Baca Juga: IHSG Masih Berpeluang Menguat Terbatas Pada Rabu (15/4/2026), Cermati Pendorongnya

Meski demikian, penggunaan kas dalam jumlah besar berpotensi mengurangi fleksibilitas keuangan dalam jangka pendek, walaupun secara keseluruhan kondisi keuangan perusahaan masih tergolong sangat sehat.

Dengan capaian laba bersih sebesar Rp 1,36 triliun pada 2025, kinerja MIKA diperkirakan akan tetap tumbuh ke depan, meski dengan laju yang moderat.

“Pertumbuhan akan didorong oleh peningkatan volume pasien, ekspansi kapasitas, serta penguatan layanan bernilai tambah,” imbuhnya.

Namun, ia kembali menekankan bahwa tekanan margin dari ekspansi dan biaya operasional tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan investor.

Dari sisi rekomendasi, Azis memberikan rating buy untuk saham MIKA dengan target harga Rp 2.350 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News