KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (
MIKA) terus memperluas kapasitas rumah sakit dengan menyiapkan pembukaan tiga rumah sakit baru hingga kuartal I 2027. Ekspansi tersebut ditargetkan menambah sekitar 400 tempat tidur dalam jaringan rumah sakit. Dua rumah sakit baru akan berlokasi di wilayah Jabodetabek dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026. Sementara satu rumah sakit lainnya di Jawa Timur ditargetkan beroperasi pada kuartal I 2027. Ekspansi kapasitas tersebut menjadi bagian dari strategi MIKA untuk menangkap pertumbuhan permintaan layanan kesehatan, khususnya layanan spesialis dan penanganan kasus dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Respons Antrean BBM, Operasikan 25 SPBU 24 Jam di Makassar Presiden Direktur Mitra Keluarga Karyasehat, Rustiyan Oen, mengatakan, terus meningkatkan nilai yang dihasilkan dari setiap layanan yang diberikan kepada pasien melalui pengembangan layanan spesialis dan penanganan kasus berkompleksitas tinggi. “Strategi kami terus meningkatkan kualitas pendapatan melalui komposisi pasien swasta yang semakin kuat, perluasan layanan spesialis, serta peningkatan kompleksitas kasus klinis yang ditangani di seluruh jaringan rumah sakit kami,” kata Rustiyan dalam paparannya, Kamis (10/9/2026). Menurutnya, permintaan terhadap layanan spesialis lanjutan terus menunjukkan tren peningkatan. Karena itu, MIKA melakukan investasi pada pusat-pusat layanan unggulan untuk meningkatkan kapabilitas dan kompleksitas layanan klinis di seluruh jaringan rumah sakitnya. Ekspansi tersebut dilakukan ketika MIKA juga tengah mendorong pertumbuhan pendapatan melalui peningkatan
revenue per
patient. Pada semester I 2026, jumlah pasien rawat inap MIKA turun 1,8% secara tahunan, sedangkan pasien rawat jalan turun 0,9%. Meski jumlah pasien menurun, pendapatan MIKA tetap tumbuh 8% secara tahunan menjadi Rp2,77 triliun. EBITDA meningkat 7,4% menjadi Rp1,06 triliun, sementara laba bersih tumbuh 6,5% menjadi Rp728 miliar.
Baca Juga: Ascenso Siapkan Investasi US$100 Juta Garap Ban Tambang di Indonesia Pertumbuhan pendapatan tersebut terutama ditopang kenaikan pendapatan per pasien seiring dengan meningkatnya intensitas layanan dan kompleksitas kasus yang ditangani. Kontribusi layanan berkompleksitas tinggi terhadap pendapatan MIKA juga meningkat menjadi 27,7% pada semester I 2026, dari 23,2% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi tersebut antara lain berasal dari layanan onkologi, kardiovaskular, neuroscience, ortopedi, urologi, serta diagnostik lanjutan. Dari sisi pendapatan per pasien, average revenue per inpatient day (ARPID) tumbuh 12,2% secara tahunan. Sementara average revenue per outpatient visit (ARPOP) meningkat 12,6%. MIKA juga memperkuat basis pasien swasta. Kontribusi pasien swasta terhadap pendapatan pada semester I 2026 mencapai 90%, naik dari 88% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara kontribusi pasien yang ditanggung asuransi maupun perusahaan meningkat menjadi 62% dari sebelumnya 58%. Rustiyan mengatakan perseroan akan terus meningkatkan kualitas pendapatan dengan memperkuat layanan spesialis serta menangani kasus dengan kompleksitas yang lebih tinggi. “Permintaan terhadap layanan spesialis lanjutan terus menunjukkan tren peningkatan. Investasi yang kami lakukan pada pusat-pusat layanan unggulan memungkinkan kami untuk menangkap peluang tersebut sekaligus meningkatkan kapabilitas dan kompleksitas layanan klinis di seluruh jaringan Mitra Keluarga,” ujarnya.
Baca Juga: Persaingan Sengit, Operator Berebut Pelanggan Pascabayar Lewat Bundling Digital Di sisi lain, ekspansi dilakukan dengan tetap memperhatikan profitabilitas dan efisiensi operasional. Gross margin MIKA pada semester I 2026 tercatat 53,4%, turun dari 54,7% pada semester I 2025. Penurunan margin terutama dipengaruhi kenaikan kontribusi obat dan bahan medis habis pakai dari 46% menjadi 48% seiring meningkatnya penggunaan obat spesialis, implan, dan bahan medis. Meski demikian, perusahaan ini menyebut disiplin biaya dan efisiensi operasional tetap mampu menjaga profitabilitas. Dari sisi keuangan, MIKA memiliki kas bersih sekitar Rp3 triliun dan tidak memiliki utang. Perusahaan ini juga mencatat
cash conversion cycle negatif dua hari. Posisi kas tersebut memberikan ruang bagi MIKA untuk mengalokasikan modal ke pengembangan layanan spesialis, teknologi medis lanjutan, penambahan kapasitas rumah sakit, serta pengembangan
landbank strategis.
Saat ini MIKA mengoperasikan 32 rumah sakit yang tersebar di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Perusahaan ini juga akan melanjutkan pengembangan model hub-and-spoke dan flagship center untuk mendukung layanan spesialis di jaringan rumah sakitnya.
Baca Juga: PNBP Minerba Capai Rp 108 Triliun, Naik Rp 21 Triliun hingga Agustus 2026 Dengan tambahan tiga rumah sakit baru hingga awal 2027, MIKA akan memperluas kapasitas layanan sekaligus mengejar pertumbuhan melalui peningkatan kompleksitas kasus dan pendapatan per pasien. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News