Mitra Kerinci bidik ekspor tumbuh dua kali lipat



JAKARTA. PT Mitra Kerinci semakin gencar dalam memasarkan produk teh mereka ke pasar ekspor. Yang terbaru, dua negara Eropa bakal menjadi pelanggan tetap produk teh Mitra Kerinci. Tak heran jika anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) ini menargetkan ekspor tahun ini dapat naik dua kali lipat dari total produksi teh setahun.

Target produksi teh perusahaan tahun ini diprediksi mencapai 7.000 ton atau naik 40% dari total produksi sebanyak 5.000 ton pada tahun lalu. Rencananya dari total produksi teh tahun ini, sekitar 30% akan dijual ke pasar ekspor. Asal tahu saja, tahun 2014, kontribusi ekspor teh perusahaan ini hanya 15%.

Tampaknya, budaya minum teh dunia yang terus meningkat membuat peluang ekspor teh Indonesia terbuka lebar. Setelah Taiwan, kini Belanda dan Prancis bakal menjadi pasar tetap dari Mitra Kerinci.  "Kami ingin memperkenalkan sekaligus edukasi minum teh cara Indonesia dengan penjualan produk teh Mitra Kerinci. Selama ini yang dikenal cara minum teh berasal Jepang. Padahal, teh Indonesia juga juara dalam aroma dan cara yang khas dalam penyajiannya ," kata Agung Murdanoto, Direktur Utama Mitra Kerinci, Selasa (17/3).


Agung menjelaskan teh asli Indonesia memiliki kekuatan dan inner quality dalam hal rasa, seduhan, dan warna. Keunggulan ini tidak dimiliki negara penghasil teh di dunia. Dia mengklaim teh dari kebun Mitra Kerinci memiliki kekuatan rasa yang tinggi.

Dalam upaya menaikan pasar ekspor, Mitra Kerinci pada awal bulan ini melepas produk terbarunya, yakni teh premium dengan merek Bhumi dan PT Angkasa Pura Retail digandeng untuk memasarkan produk teh ini di sekitar bandara internasional  di tanah air.

Selain Angkasa Pura, Mitra Kerinci berencana menggandeng perusahaan pelat merah lain untuk memperkenalkan Teh Bhumi ini. Perusahaan ini berencana bekerjasama dengan PT Garuda Indonesia, PT Pelni, PT Kereta Api Indonesia (KAI), serta sejumlah hotel milik pemerintah untuk memasarkan produk ini. Untuk tahun pertama, Mitra Kerinci menargetkan penjualan Teh Bhumi sebanyak 1 ton.

Azwar Abu Bakar, Direktur Tanaman Rempah dan Penyegar Kementerian Pertanian menambahkan, pemerintah akan kembali mendorong kenaikan produksi teh lokal. Salah satu upaya yang tengah digalang pemerintah adalah menambah lahan teh baru untuk petani sebanyak 3.215 hektare (ha) di Bandung.

Selain itu, tahun ini juga disediakan anggaran negara sebanyak Rp 47 miliar untuk replanting atau peremajaan tanaman teh serta program untuk mengarahkan petani masuk pasar hilirisasi teh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hendra Gunawan