KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tak selamanya penyakit difteri merugikan. Nyatanya, PT Mitra Rajawali Banjaran (MRB) meraih keuntungan dari penyakit tersebut. Direktur PT Mitra Rajawali Banjaran (MRB), Ahmad Sufi menjelaskan sejak tahun lalu permintaan suntik difteri meningkat karena ada kewajiban suntik vaksin tersebut. MRB mendapat keuntungan karena mendapat permintaan alat suntik dan juga safety box untuk limbah alat suntik tersebut. "Tahun ini kami sudah mendapat registrasi untuk menjual safety box. Pendapatannya masih kecil tahun ini tapi potensinya besar di masa depan," kata Ahmad akhir pekan lalu. Tahun ini MRB membidik proyek dari e-catalog, serta banyak menjual langsung ke rumah sakit. Sehingga dengan permintaan tersebut diharapkan pendapatan bisa naik menjadi Rp 72 miliar, naik 166% dari periode tahun lalu sebanyak Rp 27 miliar. "Kami harap juga mendapat laba sebesar Rp 2,2 miliar di tahun ini," lanjut Ahmad.
Mitra Rajawali Banjaran bidik penjualan jarum suntik naik
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tak selamanya penyakit difteri merugikan. Nyatanya, PT Mitra Rajawali Banjaran (MRB) meraih keuntungan dari penyakit tersebut. Direktur PT Mitra Rajawali Banjaran (MRB), Ahmad Sufi menjelaskan sejak tahun lalu permintaan suntik difteri meningkat karena ada kewajiban suntik vaksin tersebut. MRB mendapat keuntungan karena mendapat permintaan alat suntik dan juga safety box untuk limbah alat suntik tersebut. "Tahun ini kami sudah mendapat registrasi untuk menjual safety box. Pendapatannya masih kecil tahun ini tapi potensinya besar di masa depan," kata Ahmad akhir pekan lalu. Tahun ini MRB membidik proyek dari e-catalog, serta banyak menjual langsung ke rumah sakit. Sehingga dengan permintaan tersebut diharapkan pendapatan bisa naik menjadi Rp 72 miliar, naik 166% dari periode tahun lalu sebanyak Rp 27 miliar. "Kami harap juga mendapat laba sebesar Rp 2,2 miliar di tahun ini," lanjut Ahmad.