Mitrabara Adiperdana (MBAP) Siapkan Belanja Modal US$ 105 Juta pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 105 juta pada tahun 2026. Mayoritas dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan anak usaha sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis di luar batu bara.

Direktur PT Mitrabara Adiperdana Tbk Yulius Leonardo mengungkapkan, sekitar 97% dari total capex tahun ini akan dialokasikan untuk investasi dan pengembangan anak usaha perusahaan.

"Kurang lebih tahun 2026 ini rencana capex dan investasi perusahaan ada di sekitar US$ 105 juta. Nah, itu dipergunakan untuk pengembangan 97% untuk investasi dan pengembangan anak usaha perusahaan," ujar Yulius dalam Paparan Publik di Jakarta, Rabu (20/5/2026).


Baca Juga: Cisadane Sawit (CSRA) Yakin Prospek Industri Sawit, Meski Tertekan Beban Operasi

Nilai capex tersebut melonjak dibandingkan realisasi belanja modal dan investasi perusahaan sepanjang 2025 yang tercatat sebesar US$ 36,6 juta. Saat itu, sebagian besar dana juga digunakan untuk pengembangan anak usaha dan pembangunan infrastruktur pendukung bisnis baru. 

Direktur Utama PT Mitrabara Adiperdana Tbk Khoirudin mengatakan, peningkatan investasi tersebut sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat diversifikasi usaha.

Menurut dia, perusahaan ingin menjaga keseimbangan kontribusi pendapatan antara bisnis batu bara dan non batu bara melalui pengembangan empat pilar usaha, yakni pertambangan, jasa pertambangan, energi baru terbarukan, dan agroindustri.

“Tujuannya tetap bahwa kita ingin semua inisiatif yang kita lakukan akan memberikan imbal hasil yang baik secara jangka panjang buat seluruh stakeholder,” kata Khoirudin. 

Saat ini, kontribusi anak usaha terhadap pendapatan perusahaan terus meningkat. Pada 2025, bisnis jasa dan agroindustri menyumbang sekitar 17,5% terhadap total pendapatan konsolidasi perusahaan. 

Perusahaan juga mencatat kontribusi pendapatan anak usaha meningkat signifikan dari sekitar US$ 8 juta pada 2024 menjadi hampir US$ 28 juta pada 2025. 

Di sektor energi baru terbarukan, Mitrabara tengah mengembangkan bisnis biomassa melalui pembangunan pabrik wood pellet yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir kuartal II atau awal kuartal III 2026. Selain itu, perusahaan juga mengembangkan bisnis pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas terpasang mencapai 30,97 megawatt peak (MWp). 

Baca Juga: Prabowo Ingin 100 GW PLTS dalam Tiga Tahun, Butuh Investasi Hingga Rp 1.140 Triliun

Sementara di sektor agroindustri, anak usaha perusahaan mengembangkan tambak udang vaname di Bima, Nusa Tenggara Barat, dengan target produksi mencapai 2.000 ton pada tahun ini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News