KONTAN.CO.ID - Kenaikan harga bahan bakar diesel nonsubsidi membuat sebagian pemilik mobil diesel mulai mempertimbangkan penggunaan Biosolar untuk menekan biaya operasional harian. Namun muncul pertanyaan mengenai dampaknya terhadap mesin diesel modern, termasuk pada SUV seperti Mitsubishi Pajero Sport. Mesin diesel modern saat ini memiliki teknologi yang lebih kompleks dibanding diesel generasi lama.
Sistem common rail dengan tekanan tinggi membuat kualitas bahan bakar menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga performa dan usia komponen. Director of Product Service & Branding Strategy Division PT MMKSI, Kazuto Azuma, mengatakan mesin diesel modern Mitsubishi Motors sudah dikembangkan agar dapat beroperasi dengan bahan bakar yang tersedia di pasar Indonesia. “Mesin diesel modern Mitsubishi Motors, termasuk yang digunakan pada Pajero Sport, telah dikembangkan untuk dapat beroperasi dengan bahan bakar diesel yang berlaku di pasar Indonesia, termasuk biosolar sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah,” kata Azuma kepada Kompas.com, Senin (11/5/2026). Ia menjelaskan, konsumen tetap disarankan menggunakan bahan bakar yang sesuai spesifikasi resmi serta menjaga kualitas bahan bakar yang digunakan. “Konsumen disarankan untuk selalu menggunakan bahan bakar yang memenuhi spesifikasi resmi, menjaga kualitas bahan bakar, serta melakukan perawatan berkala di bengkel resmi agar performa mesin tetap optimal,” ucapnya. Penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai spesifikasi atau kualitas yang kurang baik berpotensi memengaruhi sistem bahan bakar modern.
Baca Juga: KTP Masih Wajib untuk Check-in Hotel? Ini Klarifikasi Resmi Dukcapil Sebab, komponen seperti injektor dan fuel pump bekerja dengan presisi tinggi sehingga membutuhkan suplai bahan bakar yang bersih. Meski demikian, Azuma mengatakan mesin diesel Mitsubishi telah dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik bahan bakar yang tersedia di Indonesia, termasuk Biosolar. “Pada prinsipnya, mesin diesel Mitsubishi Motors dirancang dengan mempertimbangkan kondisi operasional dan karakteristik bahan bakar yang tersedia di Indonesia. Apabila konsumen menggunakan biosolar yang sesuai standar, serta melakukan perawatan secara rutin sesuai jadwal, maka performa dan keandalan mesin dapat tetap terjaga,” ucapnya. Ia menambahkan, perawatan berkala menjadi faktor penting untuk menjaga kondisi sistem bahan bakar tetap optimal. “Komponen penting seperti sistem bahan bakar akan berfungsi optimal apabila didukung oleh perawatan berkala, termasuk penggantian filter bahan bakar sesuai rekomendasi," kata Azuma. "Inilah mengapa Mitsubishi Motors Indonesia selalu menyarankan perawatan di bengkel resmi, agar kondisi kendaraan dapat dipantau secara menyeluruh dan potensi risiko dapat diminimalkan sejak dini,” katanya. Tabel: Hal yang Harus Diperhatikan Saat Pakai Biosolar di Mesin Diesel Modern
| Aspek | Dampak jika diabaikan |
| Standar Biosolar | Bisa menurunkan performa dan keandalan mesin |
| Kebersihan BBM | Risiko injektor kotor/tersumbat |
| Penggantian filter BBM | Sistem bahan bakar tidak optimal |
| Servis berkala | Potensi masalah terlambat terdeteksi |
Harga biosolar di seluruh Indonesia
Sejalan dengan kenaikan harga bahan bakar diesel nonsubsidi, harga jual produk solar Pertamina juga masih berada di level tinggi di berbagai wilayah. Kondisi ini mendorong sebagian pengguna kendaraan diesel mempertimbangkan penggunaan Biosolar yang harganya jauh lebih murah. Berdasarkan daftar harga Pertamina Patra Niaga per 4 Mei 2026, harga Pertamina Dex dan Dexlite berada pada kisaran Rp 26.000–Rp 29.100 per liter, sedangkan harga Biosolar subsidi tetap Rp 6.800 per liter.
Tonton: Chery Siapkan Peluncuran Chery Q di Indonesia, Compact EV Ini Tuai Antusiasme Tinggi Tabel: Harga Produk Solar Pertamina per Wilayah (Rp/Liter)
| Wilayah | Pertamina Dex | Dexlite | Biosolar Non-Subsidi | Biosolar Subsidi |
| Prov. Aceh | 28.500 | 26.600 | - | 6.800 |
| FTZ Sabang | - | 24.400 | - | 6.800 |
| Prov. Sumatera Utara | 28.500 | 26.600 | - | 6.800 |
| Prov. Sumatera Barat | 29.100 | 27.150 | - | 6.800 |
| Prov. Riau | 29.100 | 27.150 | - | 6.800 |
| Prov. Kepulauan Riau | 29.100 | 27.150 | - | 6.800 |
| FTZ Batam | 26.500 | 24.700 | - | 6.800 |
| Prov. Jambi | 28.500 | 26.600 | - | 6.800 |
| Prov. Bengkulu | 28.500 | 26.600 | - | 6.800 |
| Prov. Sumatera Selatan | 28.500 | 26.600 | - | 6.800 |
| Prov. Bangka-Belitung | 28.500 | 26.600 | - | 6.800 |
| Prov. Lampung | 28.500 | 26.600 | - | 6.800 |
| Prov. DKI Jakarta | 27.900 | 26.000 | - | 6.800 |
| Prov. Banten | 27.900 | 26.000 | - | 6.800 |
| Prov. Jawa Barat | 27.900 | 26.000 | - | 6.800 |
| Prov. Jawa Tengah | 27.900 | 26.000 | - | 6.800 |
| Prov. DI Yogyakarta | 27.900 | 26.000 | - | 6.800 |
| Prov. Jawa Timur | 27.900 | 26.000 | - | 6.800 |
| Prov. Bali | 27.900 | 26.000 | - | 6.800 |
| Prov. Nusa Tenggara Barat | 27.900 | 26.000 | - | 6.800 |
| Prov. Nusa Tenggara Timur | 28.500 | 26.600 | 26.500 | 6.800 |
| Prov. Kalimantan Barat | 28.500 | 26.600 | - | 6.800 |
| Prov. Kalimantan Tengah | 28.500 | 26.600 | - | 6.800 |
| Prov. Kalimantan Selatan | 29.100 | 27.150 | - | 6.800 |
| Prov. Kalimantan Timur | 28.500 | 26.600 | - | 6.800 |
| Prov. Kalimantan Utara | 29.100 | 27.150 | - | 6.800 |
| Prov. Sulawesi Utara | 28.500 | 26.600 | - | 6.800 |
| Prov. Gorontalo | 28.500 | 26.600 | - | 6.800 |
| Prov. Sulawesi Tengah | 28.500 | 26.600 | - | 6.800 |
| Prov. Sulawesi Tenggara | 28.500 | 26.600 | - | 6.800 |
| Prov. Sulawesi Selatan | 28.500 | 26.600 | - | 6.800 |
| Prov. Sulawesi Barat | 28.500 | 26.600 | - | 6.800 |
| Prov. Maluku | - | 26.600 | - | 6.800 |
| Prov. Maluku Utara | - | 26.600 | - | 6.800 |
| Prov. Papua | - | 26.600 | - | 6.800 |
| Prov. Papua Barat | 28.500 | 26.600 | - | 6.800 |
| Prov. Papua Selatan | - | 26.600 | - | 6.800 |
| Prov. Papua Pegunungan | - | 26.600 | - | 6.800 |
| Prov. Papua Tengah | - | 26.600 | - | 6.800 |
| Prov. Papua Barat Daya | 28.500 | 26.600 | - | 6.800 |
(Gilang Satria, Aditya Maulana) Sumber: https://otomotif.kompas.com/read/2026/05/11/121200215/mitsubishi-pajero-sport-boleh-pakai-biosolar-ini-penjelasan-mmksi Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News