KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) masih menunggu kepastian kebijakan insentif kendaraan dari pemerintah pada tahun 2026 ini. Ketidakpastian tersebut dinilai berpengaruh terhadap strategi harga dan potensi penciptaan permintaan baru, khususnya di segmen mobil penumpang berkapasitas kecil seperti Low MPV. Executive Vice President PT MMKSI Masaaki Fujiwara mengatakan, bukan hanya Mitsubishi yang menanti kejelasan insentif, tetapi seluruh pelaku industri otomotif nasional.
Baca Juga: Mitsubishi Bidik 3.000 SPK dari Model Spesial di IIMS 2026, Begini Strateginya “Tidak hanya Mitsubishi, semua perusahaan otomotif menunggu pengumuman insentif. Jika kami mendapat insentif, kami bisa menurunkan harga sedikit dan itu bisa menciptakan permintaan tambahan,” ujar Fujiwara di IIMS, Kamis (5/2/2026). Menurut dia, segmen yang paling sensitif terhadap stimulus harga adalah kelas LMPV seperti Xpander, yang saat ini menghadapi tekanan permintaan seiring melemahnya daya beli masyarakat. “Terutama untuk segmen kecil seperti Xpander, permintaan sekarang menurun karena kondisi ekonomi. Kalau ada insentif, itu bisa membantu mendorong pasar,” kata Fujiwara. Meski belum ada kepastian, MMKSI menilai pemerintah telah memahami kebutuhan industri otomotif. Fujiwara menyebut pihaknya terus berkomunikasi dengan regulator dan kementerian terkait.
Baca Juga: Wuling Andalkan Lini Elektrifikasi untuk Dongkrak Penjualan di BCA Expoversary 2026 “Saya percaya pemerintah mengetahui apa yang kami harapkan. Mereka sedang berusaha menyelesaikan ini. Dari kementerian juga sudah mulai ada sinyal mengenai kebijakan yang diharapkan, jadi sekarang kami menunggu,” ujarnya. Di tengah belum jelasnya arah insentif, Mitsubishi melihat kondisi pasar otomotif nasional mulai menunjukkan perbaikan. Fujiwara memproyeksikan penjualan mobil nasional tahun ini berpotensi melampaui capaian tahun lalu, meski belum kembali ke level satu juta unit. “Sebelumnya kami perkirakan pasar sekitar 800.000 sampai 830.000 unit, hampir sama dengan tahun lalu. Tapi sekarang saya merasa situasinya mulai lebih baik,” kata dia. MMKSI memperkirakan pasar otomotif Indonesia tahun ini bisa berada di kisaran 850.000 hingga 900.000 unit. “Mungkin tidak sampai satu juta unit, tapi 850.000 atau 900.000 masih mungkin dicapai. Awal tahun ini terlihat ada harapan untuk meningkat,” tambahnya.
Baca Juga: Toyota Geber Lini Hybrid EV, Luncurkan 3 Model Terbaru di IIMS 2026 Untuk menjaga kinerja di tengah dinamika pasar, Mitsubishi menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari memperluas jangkauan di luar jaringan konvensional hingga memanfaatkan kolaborasi berbasis teknologi.
“Strateginya adalah memperluas jangkauan di luar network dan memanfaatkan kolaborasi dengan AI. Ini bagian dari upaya kami untuk tetap relevan dan mendekati konsumen dengan cara baru,” pungkas Fujiwara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News