Mizuho Leasing Indonesia Membalik Rugi Jadi Laba Rp 2,48 Miliar per Kuartal III-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pembiayaan PT Mizuho Leasing Indonesia Tbk (VRNA) mencatatkan kinerja positif per kuartal III-2026. Kinerja positif itu tercermin dari keberhasilan perusahaan yang bisa membalikkan keadaan dari rugi menjadi meraih laba.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Mizuho Leasing Indonesia mencatatkan rugi Rp 2,02 miliar per kuartal III-2025. Perusahaan tercatat berhasil membalikkan keadaan dengan meraih laba bersih sebesar Rp 2,48 miliar per kuartal III-2026. 

Pencapaian positif itu tampaknya tak terlepas dari upaya Mizuho Leasing Indonesia yang mampu menekan jumlah beban. Sebab, jumlah pendapatan perusahaan tak mengalami pertumbuhan.


Baca Juga: AAUI: Segmen Kendaraan Listrik Bisa Jadi Peluang Menjanjikan bagi Asuransi Umum

Tercatat, jumlah pendapatan perusahaan mencapai Rp 320,9 miliar per kuartal III-2026. Nilainya terkontraksi 3,51%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 332,57 miliar. 

Kontributor utama pendapatan perusahaan per kuartal III-2026 disumbang pos pembiayaan konsumen sebesar Rp 221,25 miliar. Diikuti pos sewa pembiayaan yang sebesar Rp 53,28 miliar. 

Jumlah beban Mizuho Leasing Indonesia tercatat Rp 315,66 miliar per kuartal III-2026. Nilainya menurun sebesar 5,16%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 332,83 miliar. 

Adapun salah satu penyebab beban perusahaan menurun signifikan, karena berhasil menekan pos bunga dan keuangan sehingga menurun 8,34%, dari Rp 100,81 miliar per kuartal III-2025 menjadi Rp 92,40 miliar per kuartal III-2026.

Sementara itu, nilai aset dan liabilitas perusahaan kompak turun. Secara rinci, Mizuho Leasing Indonesia membukukan aset sebesar Rp 3,14 triliun per kuartal III-2026. Nilainya terkontraksi tipis 0,32%, jika dibandingkan pencapaian akhir tahun lalu yang sebesar Rp 3,15 triliun.

Senada, liabilitas Mizuho Leasing Indonesia tercatat terkontraksi tipis 0,83%, dari Rp 2,41 triliun per akhir 2025 menjadi sebesar Rp 2,39 triliun per kuartal III-2026. 

Namun, jumlah ekuitas perusahaan tercatat tumbuh dari Rp 744,01 miliar posisi akhir 2025 menjadi sebesar Rp 747,34 miliar per kuartal III-2026. Adapun rasio Non Performing Financing (NPF) perusahaan berada di level 2,05% per kuartal III-2026. 

Baca Juga: Laba Bank Neo (BBYB) Susut 7,12% Jadi Rp 430 Miliar pada Kuartal III-2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News