MLIA ancang-ancang untuk buyback



JAKARTA. PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA) berencana memanfaatkan kebijakan buyback tanpa persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS). Emiten distributor keramik ini telah menyiapkan dana sebesar Rp 20 miliar untuk melancarkan aksi korporasi tersebut.

Henry Bun, Direktur dan Sekretaris Perusahaan MLIA mengatakan, periode buyback akan dilakukan secara bertahap mulai 7 September 2015 hingga 7 Desember 2015.

"Dengan asumsi menggunakan kas internal untuk pembelian kembali saham, maka aset dan ekuitas akan menurun sebesar Rp 20 miliar," ujarnya dalam pernyataan resmi, Jumat (4/9).


Jumlah itu masih harus ditambah dengan transaksi pembelian saham. Hal ini juga akan berdampak pada laba perseroan sejumlah biaya transaksi pembelian saham. Total ekuitas dan aset perseroan juga akan terkena imbas dari aksi buyback ini. Total ekuitas MLIA per akhir semester I-2105 tercatat sebesar Rp 1,28 triliun.

Setelah aksi buyback, maka toatl ekuitas perseoan akan menjadi Rp 1, 26 triliun. Aset perseroan yang tadinya sekitar Rp 7,12 triliun pun akan terkikis menjadi Rp 7,1 triliun. Namun, dari segi pendapatan tidak ada potensi penurunan.

Kendati demikian, manajemen Mulia Industrindo yakin aksi pasar ini tidak akan berdampak negatif secara material terhadap kegiatan usaha perseroan. Henry mengklaim, pihaknya memiliki modal kerja dan cash flow yang cukup untuk membiayai transaksi buyback dan kegiatan usaha perusahaan.

Hingga Juni 2014, arus kas MLIA tercatat sebesar Rp 175 miliar. Henry tidak secara eksplisit mengatakan batasan harga buyback perseroan. Ia hanya bilang, pembelian saham akan dilakukan dengan harga yang lebih rendah atau sama dengan harga penawaran sebelumnya.

Harga rata-rata saham MLIA sepanjang 2015 ada di kisaran Rp 612 per saham. Harga saham MLIA sempat menyentuh angka Rp 685 per saham. Pada penutupan kemarin, saham MLIA bertengger di level Rp 585 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News