MLPT Segera Stock Split 1:25 Pekan Depan: Simak Profil, Kinerja Saham, dan Keuangan



KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten MLPT yang segera stock split 21 Juli 2026. PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT) akan melaksanakan aksi korporasi berupa stock split dengan rasio 1:25.

Langkah ini telah memperoleh persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB dan persetuan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Tujuan MLPT yakni meningkatkan likuiditas perdagangan saham sekaligus membuat harga saham lebih terjangkau bagi investor ritel.


Baca Juga: Kantongi Restu Pemegang Saham, MLPT Menggelar Stock Split dengan Rasio 1:25

Jadwal Stock Split MLPT

Melansir laman BEI, berikut jadwal pelaksanaan stock split MLPT:

Kegiatan Tanggal
Akhir perdagangan saham dengan nominal lama di Pasar Reguler dan Negosiasi 20 Juli 2026
Awal perdagangan saham dengan nominal baru di Pasar Reguler dan Negosiasi 21 Juli 2026
Recording Date 22 Juli 2026
Awal perdagangan saham dengan nominal baru di Pasar Tunai 23 Juli 2026
Adapun rincian stock split adalah sebagai berikut:

  • Rasio stock split: 1:25
  • Nilai nominal lama: Rp100 per saham
  • Nilai nominal baru: Rp4 per saham
  • Jumlah saham beredar meningkat dari 1,875 miliar saham menjadi 46,875 miliar saham. Meski demikian, aksi ini tidak mengubah nilai modal disetor maupun proporsi kepemilikan pemegang saham.
Baca Juga: RAJA, RMKE dan MLPT Bersiap Stock Split, Mana yang Menarik?

Kinerja Saham Terakhir

Menjelang pelaksanaan stock split dengan rasio 1:25, saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) mencatatkan reli yang sangat kuat.

Dalam lima hari perdagangan terakhir, harga saham MLPT melonjak 56,89% atau naik Rp10.425, dari sekitar Rp18.325 menjadi Rp28.750 per saham.

Kenaikan tajam tersebut mencerminkan tingginya minat investor terhadap aksi korporasi perseroan, yang dinilai berpotensi meningkatkan likuiditas perdagangan dan memperluas basis investor setelah saham diperdagangkan dengan nominal baru.

Baca Juga: RAJA dan RMKE Kompak Stock Split 1:5, Simak Prospek Sahamnya

Lini Usaha MLPT

Didirikan pada tahun 1975, PT Multipolar Technology Tbk merupakan perusahaan penyedia solusi teknologi informasi (TI) yang melayani sektor korporasi, perbankan, telekomunikasi, pemerintahan, kesehatan, hingga ritel.

Layanan utama perseroan meliputi:

  • Konsultasi dan transformasi digital.
  • Integrasi sistem (system integration).
  • Infrastruktur pusat data (data center).
  • Cloud computing.
  • Keamanan siber (cybersecurity).
  • Artificial Intelligence (AI) dan analitik data.
  • Managed services.
  • Solusi perangkat lunak dan aplikasi bisnis.
Perseroan juga menjadi mitra berbagai perusahaan teknologi global untuk menyediakan solusi digital bagi pelanggan di Indonesia.

Baca Juga: RMKE Segera Stock Split 1:5 pada Jumat (17/7): Intip Profil hingga Kinerja Sahamnya

Susunan Manajemen

Berdasarkan keterbukaan informasi dan laporan tahunan perseroan, jajaran manajemen MLPT dipimpin oleh:

1. Susunan Direksi

Nama Jabatan Status
Harianto Gunawan Presiden Direktur Terafiliasi
Wahyudi Chandra Wakil Presiden Direktur Terafiliasi
Suyanto Halim Direktur Terafiliasi
Yugi Edison Direktur Terafiliasi
Herryyanto Direktur Terafiliasi
Junarto Sinambung Agung Direktur Terafiliasi
Halim Hartono Perdana Direktur Terafiliasi

2. Susunan Dewan Komisaris

Nama Jabatan Status
Benny Haryanto Djie Presiden Komisaris Non-Independen
Dicky Setiadi Moechtar Komisaris Independen
Harijono Suwarno Komisaris Independen
Baca Juga: Saham RAJA Bakal Stock Split 1:5, Harga Jadi Lebih Murah dan Likuid?

Kinerja Keuangan 

Melansir data BEI, MLPT membukukan pendapatan sebesar Rp839,4 miliar pada kuartal I 2026, meningkat 6,4% secara tahunan (YoY) dibandingkan Rp788,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, laba kotor turun 9,3% YoY menjadi Rp125,7 miliar dari Rp138,6 miliar, sementara EBITDA merosot 42,5% YoY menjadi Rp50,8 miliar dari Rp88,4 miliar.

Di sisi bottom line, laba bersih MLPT tercatat sebesar Rp29,7 miliar, turun 53,2% dibandingkan kuartal I 2025 yang mencapai Rp63,5 miliar. Dengan capaian tersebut, laba bersih per saham (earnings per share/EPS) setara Rp15,65 per lembar saham.

Dengan aksi korporasi ini, MLPT menjadi salah satu emiten sektor teknologi yang mencuri perhatian investor pada 2026.

Setelah perdagangan dengan nominal baru dimulai pada 21 Juli 2026, pelaku pasar akan mencermati apakah peningkatan likuiditas pasca-stock split dapat menopang tren positif kinerja saham perseroan.

Tonton: Mitra MBG Ancam Mogok Nasional! Dapur Makan Bergizi Gratis Terancam Tutup Serentak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News