KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT MNC Energy Intestments Tbk (IATA) resmi berganti nama menjadi PT Karya Pacific Energy Tbk. Dalam surat yang ditujukan kepada Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen menjelaskan perubahan nama tersebut merupakan tindak lanjut atas keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 22 Juni 2026. Perubahan nama perusahaan tersebut telah dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar Nomor 112 tanggal 22 Juni 2026 yang dibuat di hadapan Notaris Aulia Taufani, S.H.
Baca Juga: Strategi Mayora Indah (MYOR) Hadapi Pelemahan Daya Beli Masyarakat Selain itu, perubahan nama juga telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Keputusan Nomor AHU-0041928.AH.01.02.TAHUN 2026 tertanggal 26 Juni 2026. "Melalui surat ini kami memberitahukan perubahan nama perseroan, yang sebelumnya PT MNC Energy Investments Tbk menjadi PT Karya Pacific Energy Tbk," tulis surat yang ditandatangani Presiden Direktur IATA Suryo Eko Hadianto dan Wakil Presiden Direktur IATA, A. Wishnu Handoyono, Jumat (10/7/2026). Manajemen menjelaskan, perubahan nama tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas perseroan. Langkah ini juga bertujuan meningkatkan keselarasan dengan visi dan strategi bisnis perusahaan, sekaligus mempertegas posisi perseroan di hadapan para pemangku kepentingan. Tak hanya mengesahkan perubahan nama, RUPST juga menyetujui perubahan pengendali perusahaan. Kendali perseroan kini beralih dari PT MNC Asia Holding Tbk kepada PT Karya Pacific Investama (KPI). Perubahan pengendali tersebut merupakan tindak lanjut atas penyelesaian transaksi pengambilalihan saham perseroan oleh KPI melalui mekanisme tender offer sukarela, sesuai dengan ketentuan yang berlaku di pasar modal Indonesia.
Menurut manajemen, bergabungnya KPI sebagai pemegang saham pengendali sekaligus mitra strategis diharapkan memperkuat fundamental bisnis perseroan. Sinergi tersebut diyakini akan mendukung aspek permodalan dan meningkatkan kapabilitas ekspansi usaha. Selain itu, kolaborasi dengan KPI diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas sehingga mampu mendorong pertumbuhan kinerja secara berkelanjutan serta menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham.
Baca Juga: Beban Biaya Berpotensi Menyusut, Saham ANTM, INCO, AMMN, dan TINS Masih Prospektif Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News