MNC Group ramai-ramai lakukan refinancing



JAKARTA. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mulai memproses refinancing utang senilai US$ 150 juta. Utang ini merupakan bagian dari utang senilai US$ 250 juta yang diperoleh MNCN pada 17 September 2014 lalu. yang mana sebesar US$ 100 juta akan dilunasi menggunakan dana internal.

Direktur MNCN Faisal Dharma Setiawan mengatakan, MNCN telah menunjuk 3 bank sebagai Mandated Lead Arranger Bank yaitu Standard Chartered Bank, ING Bank dan Deutsche Bank untuk memproses pencarian dana tersebut. "Targetnya Juli ini selesai," ujarnya kepada KONTAN belum lama ini.

Struktur utang baru itu akan bertenor lima tahun dan dijamin oleh seluruh saham perseroan di Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI). Bunganya juga bakal menjadi lebih rendah.


Margin bunga bakal ditentukan sebesar 325 basis poin (bp) di atas Libor. Sementara, bunga utang lama memiliki suku bunga per tahun 3,5% ditambah LIBOR tiga bulan yang dibayar tiap tiga bulan.

Dengan pencarian dana ini, maka MNCN menambah daftar MNC Group yang ramai-ramai fundraising untuk refinancing. Sebelumnya, PT Global Mediacom Tbk (BMTR) merilis instrumen surat utang senilai total Rp 1,5 triliun.

Surat utang tersebut terbagi dalam dua bagian, yakni Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I Global Mediacom dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan.

Target dana yang dihimpun dari PUB itu sebanyak-banyaknya Rp 1,1 triliun. Untuk tahap pertama, target perolehan dananya sebesar Rp 850 miliar.

PUB atau obligasi itu ditawarkan dalam tiga tenor, yakni 5, 6, dan 7 tahun. Kupon obligasi berada pada rentang 10,75%-11,50% untuk tenor lima tahun, kisaran 11,00%-11,75% untuk tenor enam tahun, dan 11,25%-12,00% untuk tenor tujuh tahun. Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan, sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi.

Untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan, BMTR menargetkan mampu menghimpun dana hingga Rp 400 miliar. Tapi, untuk tahap pertama emisi yang akan dirilis sebesar Rp 250 miliar.

Sukuk Ijarah Tahap I ditawarkan dalam tiga tenor, yakni 5, 6, dan 7 tahun. Cicilan imbalan Sukuk ijarah masing-masing pada rentang 10,75%-11,50% untuk tenor lima tahun, kisaran 11,00%-11,75% untuk enam tahun, dan 11,25%-12,00% untuk tenor tujuh tahun. Cicilan imbalan ijarah dibayarkan setiap tiga bulan sesuai dengan tanggal pembayaran cicilan imbalan ijarah.

Dalam rangka penerbitan obligasi dan Sukuk ijarah ini, BMTR telah memperoleh hasil pemeringkatan atas efek utang jangka panjang dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yakni idA+ dan idA+ syariah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto