MNC Kapital (BCAP) Rights Issue & Private Placement, Rilis 29,83 Miliar Saham Baru



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) berencana melakukan langkah agresif untuk memperkuat struktur permodalan melalui dua skema penambahan modal sekaligus. Yakni Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue dan Penambahan Modal Tanpa HMETD (PMTHMETD) alias private placement

Dalam skema HMETD, perusahaan ini berencana menerbitkan maksimal 25,57 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham, setara dengan sekitar 60% dari modal ditempatkan dan disetor penuh saat ini. Sementara itu, melalui PMTHMETD, MNC Kapital juga akan menerbitkan hingga 4,26 miliar saham baru atau setara maksimal 10% dari modal yang ada.

Kombinasi kedua aksi ini menegaskan strategi perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo ini berencana untuk memperkuat permodalan sekaligus membuka ruang masuknya investor strategis baru. 


Baca Juga: WIFI Perluas Kerja Sama dengan FiberHome, Bidik Pengembangan Infrastruktur Digital

Sekretaris Perusahaan BCAP Steffi Elizabeth dalam keterbukaan informasi di BEI pada 23 Juni 2026 menjelaskan, dana hasil aksi korporasi ini akan difokuskan untuk memperkuat entitas anak di sektor jasa keuangan, khususnya Bank MNC dan MNC Asuransi, yang membutuhkan tambahan modal untuk mendukung ekspansi bisnis.

Selain itu, dana juga akan digunakan untuk modal kerja perseroan dan anak usaha, terutama dalam pengembangan layanan keuangan digital (digital financial services), serta diversifikasi sumber pendanaan jangka pendek dan panjang.

Dari sisi pelaksanaan, rights issue dapat dilakukan maksimal 12 bulan setelah memperoleh persetujuan RUPSLB dan efektif dari OJK. Sementara private placement memiliki jangka waktu lebih panjang, yakni hingga dua tahun sejak persetujuan RUPSLB atau sampai 25 Juni 2028.

Jika dilihat dari proyeksi laporan keuangan per 31 Desember 2025, aksi korporasi ini diperkirakan memperkuat neraca secara signifikan. Total aset BCAP diproyeksikan naik dari Rp 29,03 triliun menjadi Rp 32,02 triliun, sementara ekuitas meningkat dari Rp 5,41 triliun menjadi Rp 8,40 triliun.

Di sisi lain, struktur permodalan juga menjadi lebih sehat dengan penurunan rasio liabilitas terhadap aset dari 81,34% menjadi 73,76%, serta penurunan rasio utang terhadap ekuitas (DER) dari 435,84% menjadi 281,09%.

Namun demikian, aksi korporasi ini juga membawa konsekuensi bagi pemegang saham lama. Potensi dilusi kepemilikan diperkirakan mencapai maksimal 41,17% apabila seluruh penerbitan saham baru terserap penuh, terdiri dari 35,29% dari HMETD dan 5,88% dari PMTHMETD.

Dengan struktur yang cukup besar ini, perusahaan ini tetap membutuhkan persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB serta pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum aksi korporasi dapat dieksekusi. Saat ini RUPSLB akan digelar di iNews Tower Lt 3. 

Saham BCAP stagnan di Rp 50 per saham, pada Kamis (25/6/2026). 

Baca Juga: Efisiensi Jadi Andalan,WICO Fokus Bisnis Healthcare Setelah Tinggalkan Consumer Goods

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News