Mobil China Terancam Dilarang di AS, Produsen Otomotif Desak Kongres Bertindak



KONTAN.CO.ID - Kelompok yang mewakili sejumlah produsen otomotif besar di Amerika Serikat (AS) mendesak Kongres untuk segera mengesahkan undang-undang yang secara permanen melarang kendaraan asal China masuk ke pasar AS.

Dorongan tersebut disampaikan Alliance for Automotive Innovation pada Kamis (3/9/2026), yang meminta legislasi tersebut disahkan sebelum Kongres mengakhiri masa sidang tahun ini.

Baca Juga: Kerugian Banjir Nepal Diperkirakan Capai US$2,56 Miliar


Alliance for Automotive Innovation mewakili sejumlah produsen otomotif besar, termasuk General Motors, Ford, Toyota, Volkswagen, Hyundai, Honda dan Stellantis.

CEO Alliance for Automotive Innovation John Bozzella mengatakan, industri otomotif China menjadi ancaman yang semakin serius karena dukungan subsidi pemerintah dan penggunaan teknologi kendaraan terhubung.

"Saat ini, produsen otomotif China sedang membanjiri pasar dunia dengan kendaraan bersubsidi yang dilengkapi perangkat lunak dan perangkat keras terhubung," tulis Bozzella dalam surat kepada Kongres yang dilihat Reuters.

Menurut dia, kondisi tersebut memang belum terjadi di pasar AS. Namun, skala dan urgensi ancaman tersebut membuat pemerintah AS perlu segera mengambil langkah.

"Kami mendesak Anda untuk mengesahkan larangan terhadap kendaraan, perangkat lunak, dan perangkat keras China sebelum mengakhiri masa sidang tahun ini dan menjadikannya sebagai hukum yang berlaku," ujar Bozzella.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat, Investor Tunggu Data Tenaga Kerja AS dan Arah Suku Bunga The Fed

RUU Masih Hadapi Sejumlah Hambatan

Pada Juli 2026, Komite Perdagangan Senat AS telah menyetujui rancangan undang-undang yang akan memperketat larangan pemerintah terhadap produsen otomotif China untuk memasuki pasar AS.

Namun, rancangan tersebut masih menghadapi sejumlah hambatan sebelum dapat disahkan menjadi undang-undang.

Bozzella menilai pengesahan aturan tersebut akan mengirimkan pesan bipartisan yang jelas bahwa strategi China untuk mendominasi industri otomotif global akan direspons pemerintah AS dengan kebijakan terkait keamanan nasional.

Senator Republik Bernie Moreno dari Ohio dan Senator Demokrat Elissa Slotkin dari Michigan mengusulkan legislasi tersebut untuk memperkuat aturan yang diberlakukan pemerintahan Biden.

Aturan tersebut secara efektif melarang produsen otomotif China menjual atau membangun kendaraan penumpang di AS serta mengambil langkah lain untuk mencegah China memasuki pasar kendaraan ringan AS.

Namun, Ketua Komite Perdagangan Senat Ted Cruz mengatakan rancangan tersebut masih membutuhkan perubahan.

Salah satu ketentuannya akan melarang perusahaan yang lebih dari 15% kepemilikannya dimiliki entitas China.

Menurut Cruz, aturan tersebut berpotensi membuat Mercedes-Benz tidak dapat menjual kendaraan di AS karena hampir 20% kepemilikannya berasal dari investasi pasif China.

Baca Juga: Pemain Piala Dunia 2026 Sumbang US$3,3 Miliar pada Bursa Transfer Internasional

China Tolak Upaya Pelarangan

Kedutaan Besar China di Washington menentang upaya tersebut. Beijing menilai China telah menghapus pembatasan akses pasar terhadap investasi asing di sektor manufaktur dan tetap terbuka bagi produsen otomotif internasional.

"Tesla, Buick, Toyota, dan Ford telah menjadi merek yang dikenal luas di China," kata Kedutaan Besar China di Washington.

Alliance for Automotive Innovation sebelumnya juga meminta agar aturan tersebut secara eksplisit melarang Departemen Perdagangan AS memberikan otorisasi tertentu kepada produsen otomotif China seperti BYD, Chery dan SAIC Motor untuk memproduksi, menjual, atau mengimpor kendaraan terhubung ke AS.

Tekanan terhadap produsen kendaraan yang memiliki keterkaitan dengan China juga meningkat.

Pada Juni 2026, produsen kendaraan listrik Polestar mengatakan pemerintahan Trump memaksa perusahaan tersebut menghentikan penjualan kendaraan di AS mulai tahun model 2027.

Polestar berbasis di Swedia dan mayoritas sahamnya dimiliki Geely Holding asal China.

Baca Juga: Rupiah dan Peso Filipina Jadi Mata Uang Asia yang Menguat terhadap Dolar AS

Teknologi Kendaraan Jadi Perhatian

Aturan yang menjadi dasar kebijakan tersebut mencakup teknologi Bluetooth, Wi-Fi, konektivitas seluler hingga sejumlah teknologi komunikasi satelit.

Teknologi tersebut menjadi perhatian pemerintah AS karena kendaraan terhubung dinilai memiliki kemampuan mengumpulkan data sensitif mengenai pemilik kendaraan di AS.

Kekhawatiran terhadap keamanan data dan teknologi kendaraan menjadi salah satu alasan utama Washington memperketat akses produsen otomotif China ke pasar AS.