Mobil listrik Mercedes-Benz EQS diharapkan mengaspal di Indonesia pada tahun depan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) melirik peluang bisnis mobil listrik di Indonesia. Sebelumnya, pada 2019 lalu MBDI telah memasarkan mobil jenis plug hybrid yaitu Mercedes-Benz E300e AMG Line.

Deputy Director Sales Operation and Product Management Mercedes-Benz Distribution Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto menyebut, berangkat dari pengalaman saat meluncurkan seri E300e AMG Line di 2019 lalu, pihaknya menilai bahwa mobil plug hybrid di segmen premium masih cenderung sedikit peminatnya di Indonesia.

“Ini dikarenakan struktur harganya yang kurang kompetitif jika dibandingkan dengan mobil jenis e-class combustion engine,” tuturnya, Minggu (22/8).


Sekadar catatan, Mercedes-Benz E300e AMG Line dibanderol di kisaran Rp 1,9 miliar. Mobil ini berkapasitas silinder sebesar 1.991 cc.

Baca Juga: BMW akan hadirkan sejumlah produk mobil listrik di Indonesia pada 2022

Terlepas dari itu, Mercedes-Benz tetap akan menghadirkan mobil listriknya di Indonesia. Dalam berita sebelumnya, MBDI sempat disebut akan meluncurkan dua model mobil listrik di Indonesia pada tahun ini. Namun, rencana tersebut urung terlaksana karena kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia memburuk.

Alhasil, mobil listrik Mercedes-Benz baru akan mengaspal di Indonesia pada tahun 2022 mendatang. Kariyanto menyampaikan, pihaknya akan meluncurkan mobil listrik Mercedes-Benz EQS dan satu model lain yang sampai saat ini masih dalam tahap finalisasi.

“Kami harapkan bisa meluncurkan kendaraan tersebut di semester kedua tahun depan,” tutup dia.

Sebenarnya, Mercedes-Benz EQS sudah dirilis di Eropa pada tahun ini. Mobil ini dihargai sekitar Rp 1,7 miliar untuk varian EQS yang memiliki satu motor listrik. Varian EQS lainnya yang memiliki dual electric motor dihargai sekitar Rp 2,2 miliar.

Selanjutnya: Toyota Astra Motor sebut Segmen mobil premium lebih stabil hadapi pandemi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi