Mobil Merek China Kuasai 18,83% Pasar, Penjualan GWM Tumbuh 111%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan merek mobil China di pasar otomotif Indonesia semakin ketat. Di tengah pangsa pasar merek China yang telah mencapai 18,83% hingga Agustus 2026, Inchcape GWM Indonesia memilih tidak masuk dalam strategi perang harga.

CEO Inchcape GWM Indonesia, Bagus Susanto, mengatakan GWM tetap berfokus pada kualitas serta manfaat produk yang ditawarkan kepada konsumen, alih-alih menurunkan harga untuk mengejar pangsa pasar.

“Oh kita nggak pernah melakukan perang harga ya. Kita salah satu komitmen GWM, baik secara global maupun di Indonesia, kita tidak ingin masuk dalam situasi perang harga tersebut,” ujar Bagus kepada Kontan, di Jakarta, Jumat (11/9/2026).


Menurut dia, strategi tersebut tercermin dari produk GWM yang tidak melakukan penurunan harga. Bahkan, sejak peluncuran ORA 03 pada tahun lalu hingga saat ini, harga produk GWM justru mengalami kenaikan.

“Itu kalau Anda lihat, sejak kita luncurkan Oratiga di tahun lalu sampai sekarang, malah harganya naik malah. Kita nggak menurunkan harga,” katanya.

Baca Juga: Usai Penjualan Melesat 232%, GWM Luncurkan Tiga Pembaruan Produk di GIIAS 2026

Bagus menambahkan, GWM lebih memilih memperkuat proposisi produk melalui kualitas dan benefit yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

“Karena kita fokus pada kualitas maupun benefit yang kita tawarkan kepada konsumen,” ujarnya.

Di tengah pertumbuhan pasar mobil China tersebut, kinerja penjualan GWM juga menunjukkan pertumbuhan. Dari Januari hingga Agustus 2026, Inchcape GWM Indonesia mencatat penjualan wholesale sebanyak 1.670 unit.

Angka tersebut meningkat 111% secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, penjualan retail mencapai 1.697 unit atau tumbuh 153% yoy.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), gabungan 17 merek China membukukan penjualan wholesale sebanyak 78.662 unit sepanjang semester I 2026. 

Angka tersebut melonjak 73,4% yoy dan mendorong pangsa pasar gabungan merek China menjadi sekitar 18% pada paruh pertama 2026, dari sekitar 12% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Bagus mengatakan, GWM melihat peluang pertumbuhan terutama pada segmen kendaraan premium, termasuk luxury multi purpose vehicle (MPV) dengan teknologi elektrifikasi.

GWM saat ini menawarkan Wey G9 dengan dua pilihan teknologi, yakni hybrid dan plug-in hybrid (PHEV). Untuk varian PHEV, GWM membanderol Wey G9 sekitar Rp1,368 miliar, sedangkan varian hybrid ditawarkan sekitar Rp1,158 miliar.

Baca Juga: GWM Pasarkan Wey G9 Hi4 Harga Mulai Rp 1,158 Miliar, Ini Spesifikasinya

Menurut Bagus, teknologi elektrifikasi memberikan sejumlah manfaat bagi konsumen, terutama dari sisi performa, kenyamanan dan efisiensi biaya operasional. Namun, kendaraan listrik murni dinilai masih memiliki keterbatasan ketika digunakan untuk perjalanan jarak jauh.

“Jadi memang sangat bagus untuk memenuhi kebutuhan perjalanan sehari-hari di dalam kota, tetapi ketika kita tidak bepergian keluar kota atau bahkan lintas provinsi, apakah pada waktu long weekend, atau kahwudik, maka kebebasan itu serasa kurang ideal,” jelasnya.

Karena itu, GWM melihat teknologi plug-in hybrid dapat menjadi solusi untuk konsumen yang membutuhkan kendaraan untuk penggunaan dalam kota sekaligus perjalanan jauh.

“Nah, disitulah CWM WG9 ini hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Karena WG9 DHCP ini memberikan performa dan efisiensi yang sama seperti dengan teknologi mobil listrik, seperti tadi saya jelaskan, bisa sampai 170 km tanpa bensin. Hanya dari tenaga penggerak baterai yang ada di dalamnya,” kata Bagus.

Dengan teknologi tersebut, konsumen dapat menggunakan tenaga listrik untuk aktivitas sehari-hari, namun tetap memiliki fleksibilitas menggunakan mesin ketika melakukan perjalanan jauh.

“Jadi kalau di Jakarta, mungkin kita muter-muter 100 km sampai rumah, semuanya masih pakai mobil listrik. Tapi ketika setiap saat kita perlu bepergian, apakah ke Surabaya, ke Jogja, dan sebagainya, kita tidak perlu khawatir lagi mengenai chargernya ada di mana, dan sebagainya,” ujarnya.

Baca Juga: GWM Bawa Tank 300 Diesel Warna Baru ke GIIAS Surabaya 2026

Bagus menyebut strategi tersebut menjadi bagian dari upaya GWM menawarkan produk sesuai kebutuhan konsumen, bukan sekadar bersaing melalui harga.

“Adalah kebutuhan konsumen yang ingin mendapatkan performa mengendarai sebuah MPV seperti dengan teknologi mobil listrik, tapi juga mempunyai kebebasan untuk pergi kemanapun ketika mereka harus berpergian jauh,” katanya.

“Nah itu yang kita tawarkan dengan teknologi plug-in hybrid ini,” lanjutnya.

Di sisi jaringan penjualan, GWM saat ini telah memiliki 19 outlet yang beroperasi di sejumlah kota di Indonesia. Perusahaan menargetkan jumlah tersebut bertambah menjadi sekitar 25 outlet hingga akhir 2026.

Bagus mengatakan ekspansi jaringan akan dilakukan di sejumlah kota, antara lain Yogyakarta, Pontianak dan Pekanbaru.

“Target kita sampai dengan akhir tahun ini kira-kira 25 outlet,” pungkasnya.

Baca Juga: Inchcape GWM Indonesia Resmikan Dealer ke-19 di Makassar, Bidik Pasar Indonesia Timur

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: