Modal ventura Asia Tenggara bikin pusat data lowongan kerja start up



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi corona ternyata juga berdampak ke bisnis start up yang berakibat pemutusan hubungan kerja (PHK) para karyawannya. Tak mau suasana semakin memburuk, sebanya 25 modal ventura asal Asia Tenggara termasuk dari Indonesia seperti Alpha JWC Ventures, Convergence Ventures, dan Patamar Capital membuat pusat data (database) talenta yakni SEAcosystem.com. Tujuannya adalah sebagai penghubung pegawai perusahaan rintisan yang terkena pemecatan karena efek Covid-19 dengan pelyanuang kerja yang baru. 

Pusat data ini diluncurkan pada 1 April dan ada 500 orang telah mendaftar berikut 190 lowongan pekerjaan yang tersedia dari berbagai perusahaan teknologi di Asia Tenggara. 

PHK seharusnya menjadi jalan terakhir saat laju bisnis menurun. Tapi banyak start up yang tidak bisa menghindari kondisi tersebut. . 


Baca Juga: BUMN dan platform digital akan jalin kerjasama tangani pasien corona

“Kami berharap database SEAcosystem bisa membawa kesempatan baru yang sesuai dengan keahlian yang sebelumnya mungkin belum sempat mereka eksplorasi,” ujar Erika Dianasari Go, Partner di Alpha JWC Ventures dalam keterangan tertulis, Kamis (9/4). 

Baca Juga: Amvesindo: Wabah corona bisa tekan kinerja modal ventura hingga 15%

SEAcosystem juga membuka kesempatan bagi siapapun untuk memasukkan data profesional mereka (akun LinkedIn, email resmi maupun personal, riwayat pekerjaan terakhir, serta lokasi) dan bagi startup, firma investasi, atau individual untuk mendaftarkan lowongan pekerjaan yang terbuka saat ini. 

Pendaftaran akan dilakukan melalui formulir di situs resminya. Semua pendaftaran kemudian akan ditambahkan ke database setelah proses verifikasi untuk membuktikan informasi yang dimasukkan berasal dari orang yang bersangkutan.

“Di waktu sulit seperti ini, sumber daya manusia adalah aset terpenting yang bisa dimiliki sebuah star tup,” ujar Chris Sirisereepaph, Partner di Saison Capital.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Markus Sumartomjon