Modal Ventura Lirik Investasi Startup di Bidang AI, Begini Tantangan dan Peluangnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri modal ventura masih melihat peluang investasi pada startup berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di tengah fenomena tech winter yang masih membayangi industri.

Ketua Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) Eddi Danusputro mengatakan anggota modal ventura sangat terbuka untuk berinvestasi pada bisnis-bisnis berbasis AI.

"Para anggota atau venture capital (VC) kami sangat terbuka untuk berinvestasi pada bisnis-bisnis yang memanfaatkan AI guna membantu pengembangan produk, skalabilitas, dan lain sebagainya," ujar Eddi dalam tanggapan tertulis kepada Kontan, Kamis (15/10/26).


Baca Juga: Init-6 Investasi di Netra Runtime, Startup AI RI yang Klaim Empat Kali Lebih Cepat

Dari sisi pemain, perusahaan modal ventura Init-6 Venture juga melihat peluang investasi yang sama pada bidang teknologi AI.

Sepanjang tahun berjalan 2026 ini, Init-6 Venture telah berinvestasi pada 4 perusahaan yang mana salah satu di antaranya adalah perusahaan berbasis AI.

Founding Partner Init-6 Nugroho Herucahyono mengatakan jumlah investasi tersebut dipengaruhi kondisi makroekonomi serta daya beli masyarakat yang masih lemah sehingga pendirian startup lebih ditahan.

"Kami selalu optimistis, tapi semua memang faktornya banyak. Faktor utamanya justru dari makro, dari ekonomi Indonesia sendiri seperti apa," ujarnya saat ditemui setelah acara Media Briefing Init-6 di Jakarta Selatan, Kamis (29/10/26).

Selain dari faktor makroekonomi, ia menilai investasi pada perusahaan AI tetap terbuka seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pengguna.

Sayangnya, masih banyak tantangan yang membayangi investasi pada bidang ini. Dari sudut pandang investor ia justru menilai keterbatasan perusahaan AI untuk diinvestasikan masih terbilang sangat terbatas.

Baca Juga: Modal Ventura Lirik Peluang Investasi pada Startup Berbasis AI

"Kita sebagai investor mencari perusahaan AI di Indonesia mana sih yang bagus dan selama ini jarang sekali. Jadi masalahnya bukan tidak ada yang investasi, tapi yang mau diinvestasikan belum ada," ujarnya.

Di sisi lain, Amvesindo menilai tech winter juga membuat investor cenderung memilih wait and see dalam berinvestasi. Alhasil, mereka lebih berhati-hati dalam memilih perusahaan rintisan.

Situasi ini juga menuntut para pendiri startup atau founder untuk lebih tekun mencari investor yang memiliki mandat investasi sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan bisnis mereka.

Oleh karena itu, kesesuaian antara bisnis startup dan mandat investasi perusahaan modal ventura menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh para founder dalam mencari pendanaan.

Baca Juga: OJK Sebut Mekanisme IPO Dapat Jadi Alternatif Exit Strategy bagi Modal Ventura

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pembiayaan modal ventura tercatat sebesar Rp 16,50 triliun atau naik 1,05% Year on Year (YoY) per Agustus 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News