KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem dan potensi banjir di Jakarta serta Jawa Barat terus dilakukan. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan lebat masih berpotensi terjadi hingga akhir bulan Maret 2025, terutama akibat fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin yang aktif di wilayah Indonesia bagian barat. Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Dr. Tri Handoko Seto, menjelaskan bahwa OMC yang dimulai sejak tanggal 11 Maret 2025 yang lalu telah mampu mengurangi curah hujan hingga 30%-40%, sehingga berdampak pada penurunan signifikan jumlah korban terdampak banjir.
Modifikasi Cuaca Berhasil Redam Banjir, Operasi Dilanjutkan Hingga 20 Maret
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem dan potensi banjir di Jakarta serta Jawa Barat terus dilakukan. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan lebat masih berpotensi terjadi hingga akhir bulan Maret 2025, terutama akibat fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin yang aktif di wilayah Indonesia bagian barat. Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Dr. Tri Handoko Seto, menjelaskan bahwa OMC yang dimulai sejak tanggal 11 Maret 2025 yang lalu telah mampu mengurangi curah hujan hingga 30%-40%, sehingga berdampak pada penurunan signifikan jumlah korban terdampak banjir.