KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Kemeriahan Piala Dunia 2026 diwarnai dengan kasus pembatalan tiket. Ini membuat banyak calon penonton gagal menyaksikan pertandingan secara langsung. Kejadian ini antara lain dialami Jeremy Wright, pria asal Austin, Amerika Serikat (AS). Wright sudah membeli tiket pertandingan Piala Dunia sejak Desember tahun lalu. Ia memberikan tiket tersebut sebagai hadiah Natal untuk istrinya, Sarah. Wright menggunakan platform
resale tiket AS, StubHub. Dia berhasil mendapatkan dua tiket untuk menonton Belanda melawan Jepang pada 14 Juni.
Namun, setelah lebih dari 10 bulan perencanaan dan perjalanan dari Austin ke Dallas, keluarga Wright harus menelan pil pahit setelah sebuah email dari StubHub datang hanya lima jam sebelum pertandingan dimulai. Isinya: tiket mereka tidak dapat dikirim.
Baca Juga: Ancelotti Berharap Neymar Tampil Lebih Baik saat Hadapi Jepang Reuters memberitakan, email tersebut memberi tahu Jeremy bahwa StubHub telah menemukan tiket baru tanpa biaya tambahan, yang dilindungi oleh fitur Jaminan FanProtect. Namun, ketika Jeremy mengikuti langkah-langkah untuk mengklaim tiket baru tersebut, satu-satunya pilihan yang diberikan StubHub adalah pengembalian dana. Setelah berjam-jam menunggu dan mencoba menghubungi layanan pelanggan StubHub, keluarga Wright akhirnya menyerah dan kembali ke Austin dalam hujan. Penulis dan penata gaya pribadi Dacy Gillespie juga mengalami hal serupa. Ia memilih menggunakan StubHub karena menganggap platform FIFA rumit dan membingungkan. Gillespie membeli empat tiket untuk pertandingan Argentina melawan Aljazair pada 16 Juni. Tetapi setelah menempuh perjalanan sekitar 250 mil dari rumah mereka di St Louis ke Kansas City, dia menerima email dari StubHub pada hari pertandingan bahwa penjual tidak dapat mengirimkan tiket tersebut.
Baca Juga: Mahkamah Agung AS Tolak Upaya Trump Pecat Gubernur The Fed Lisa Cook Keluarga Wright dan Gillespie cuma sedikit di antara puluhan pembeli tiket yang tiketnya dibatalkan hanya beberapa jam sebelum pertandingan. Para pembeli tiket tersebut melampiaskan kekesalan mereka di media sosial. Kebanyakan dari pembeli tersebut juga mendapat jaminan akan mendapatkan tiket pengganti. StubHub bukanlah mitra penjualan tiket resmi Piala Dunia, melainkan hanya platform penjualan kembali tiket. Jadi, StubHub tidak memiliki tiket atau menetapkan harga. Menurut jurubicara StubHub, dikutip
Reuters, pembatalan pesanan tiket disebabkan masalah pengiriman dari penjual. StubHub mengatakan infrastruktur penjualan tiket FIFA memengaruhi transfer tiket di semua platform penjualan kembali. FIFA sebelum ini mengadopsi penetapan harga dinamis untuk pertama kalinya. Tapi pengamat menilai, masalah yang dialami StubHub adalah penjualan tiket spekulatif. "Katakanlah (seorang penjual) mencantumkan tiket enam bulan lalu seharga US$ 500. Dia berharap (membeli) tiket itu dengan harga kurang dari US$ 500 untuk mendapatkan keuntungan dan memenuhi pesanan tiket," kata Scott Friedman, seorang ahli penjualan tiket yang mengoperasikan Ticket Talk Network.
Baca Juga: Resmi! Pemerintah Korea Selatan Umumkan Investasi 1.000 , Dukung Dominasi Cip Harga tiket acara olahraga besar biasanya memang cenderung turun dari waktu ke waktu di platform penjualan tiket bekas. Tapi, harga tiket Piala Dunia justru naik saat turnamen semakin dekat, yang menyebabkan penjual spekulatif tidak dapat memenuhi pesanan tanpa mengalami kerugian.
Kebijakan resmi memang StubHub melarang penjualan tiket spekulatif. “Tetapi apa yang disebut tiket hantu masih umum,” kata Friedman, dikutip
Reuters. Ini karena StubHub tidak mewajibkan penjual memberikan nomor kursi saat mereka mencantumkan tiket. Wright membeli tiketnya di StubHub pada 6 September 2025, empat hari sebelum FIFA meluncurkan undian penjualan resmi pertamanya. Ini menunjukkan tiketnya kemungkinan besar dicantumkan oleh seorang spekulan. Keluarga Wright dan Gillespie menggunakan media sosial untuk menyuarakan keluhan mereka dan mengatakan mereka merasa hanya mendapat tanggapan dari StubHub karena unggahan mereka telah viral. "Kami harus membuat keributan besar untuk mendapatkan perhatian," kata Sarah Wright. StubHub menawarkan keluarga Wright tiket gratis untuk pertandingan semi-final. Mereka juga menawarkan Gillespie US$ 3.000 untuk menutupi sebagian biaya yang dikeluarkan untuk membeli tiket penggantinya sendiri.