KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia, ketegangan geopolitik, dan suksesi kepemimpinan di Iran menjadi sorotan utama pasar global pekan ini. Langkah Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru di tengah berkecamuknya perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah memicu guncangan hebat pada sektor energi dan pasar finansial internasional.
Suksesi di Tengah Kobaran Perang
Iran secara resmi menunjuk Mojtaba Khamenei untuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi (Supreme Leader) ketiga Republik Islam Iran.Reaksi Keras Donald Trump dan Israel
Penunjukan Mojtaba dilakukan hanya sepekan setelah Ali Khamenei tewas dalam salah satu serangan awal yang diluncurkan ke Iran. Kondisi ini memicu reaksi keras dari Washington. Presiden AS, Donald Trump, menegaskan bahwa AS seharusnya memiliki suara dalam pemilihan pemimpin baru tersebut. "Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama," ujar Trump kepada ABC News. Di sisi lain, Israel telah mengancam akan menargetkan siapa pun yang terpilih menjadi pemimpin baru Iran. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan akan terus menekan rezim Iran "tanpa ampun" dan memiliki rencana terorganisir untuk mendestabilisasi pemerintahan di Teheran.Harga Minyak Tembus US$100 dan Guncangan Pasar
Konflik yang meluas ini berdampak langsung pada perdagangan minyak mentah global. Kekhawatiran akan gangguan berkepanjangan pada pengiriman minyak melalui Selat Hormuz memicu kepanikan pasar. Tonton: Ekonomi Eropa Memanas: Konflik Iran Dikhawatirkan Dorong Inflasi Tinggi Lagi! Berikut adalah rincian pergerakan harga komoditas dan aset finansial pada awal perdagangan Senin:- Minyak Mentah AS (WTI): Melonjak lebih dari 20%, mencapai level tertinggi sejak Juli 2022.
- Minyak Mentah Brent: Melompat 17% ke level US$108,73 (sekitar Rp1.850.040 per barel dengan kurs Rp17.015). Pekan sebelumnya, harga Brent sudah naik 28%.
- Pasar Saham: Kontrak berjangka S&P 500 merosot 1,6%, sementara Nasdaq merosot 1,7% di Wall Street.
- Mata Uang: Dolar AS menguat tajam terhadap Euro dan Yen Jepang karena statusnya sebagai aset aman (safe haven).
Fakta Terkini Konflik Iran-AS-Israel
Perang yang telah berlangsung selama satu minggu ini terus memakan korban jiwa dan merusak infrastruktur vital. Berdasarkan rincian yang dilaporkan oleh Reuters:- Korban Militer AS: Militer AS melaporkan kematian anggota dinas ketujuh akibat luka-luka dari serangan balasan awal Iran.
- Korban Sipil Iran: Duta Besar Iran untuk PBB menyebutkan setidaknya 1.332 warga sipil Iran tewas dan ribuan lainnya luka-luka akibat serangan AS-Israel.
- Serangan Infrastruktur: Israel menyerang fasilitas penyimpanan bahan bakar utama di dekat Teheran. Serangan ini menyebabkan asap hitam pekat menyelimuti ibu kota Iran.
- Evakuasi Diplomatik: Departemen Luar Negeri AS telah memerintahkan staf non-darurat dan keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Yordania, dan Bahrain menyusul meningkatnya risiko keamanan.