Molor Dari Target, Kesepakatan RI soal Tarif Trump Dilakukan Minggu Kedua Februari



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kesepakatan final negosiasi tarif dagang dengan Amerika Serikat molor dari target awal yang ditetapkan di akhir Januari ini. 

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi mengatakan bahwa kebijakan itu baru akan disepakati pada Minggu kedua bulan Februari. 

"Mungkin pertengahan Februari ya. Kemarin update terakhir dari Pak Menko Ekonomi, mungkin di minggu kedua bulan Februari," katanya di Istana Kepresidenan, Rabu (28/1/2026). 


Baca Juga: Negosiasi Tarif RI–AS Lanjut Pekan Depan, Prabowo Siap Teken Kesepakatan

Mundurnya target kesepakatan ini lantaran kedua negara masih mencari titik kesepahaman. Menurutnya, pemerintah masih berusaha negosiasi untuk kepentingan dalam negeri. 

Namun begitu, Prasetyo tidak menjelaskan detil hal apa saja yang masih didiskusikan. 

"Secara substansi sebenarnya tidak ada masalah, dan mohon doanya supaya banyak bawa kepentingan bangsa dan negara kita," ujar Prasetyo. 

Baca Juga: Kesepakatan Tarif Dagang RI–AS Belum Resmi Diteken, Neraca Dagang Bisa Makin Susut

Terpisah, Menteri Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan tidak ada masalah yang terjadi dalam tahap finalisasi kesepakatan tarif AS. 

Menurutnya, satu-satunya kendala hanya terkait jadwal penandatanganan dokumen kesepakatan bersama ini. Bahkan menurutnya, kedua negara sudah menyepakati hal substansial terkait kebijakan tarif ini. 

"Masalah jadwal saja, tapi negosiasi sudah selesai," jelas Airlangga.  

Selanjutnya: Thomas Djiwandono Bantah Ada Intervensi Presiden Penunjukannya Jadi Deputi BI

Menarik Dibaca: Jangan Lewatkan! Promo Alfamart Serba Gratis Berakhir 31 Januari 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News