KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sejumlah hari besar keagamaan seperti Imlek dan bulan Ramadan jatuh di Februari 2026. Momen ini disebut dapat menjadi salah satu momen meracik ulang portofolio investasi. Founder Traderindo.com Wahyu Laksono mengatakan, momen perayaan besar seperti Imlek dan Ramadan bukan sekadar seremoni budaya. Akan tetapi juga memiliki dampak psikologis dan likuiditas yang nyata di pasar keuangan Indonesia. “Kedua momen ini sangat relevan untuk meracik ulang (rebalancing) portofolio karena adanya fenomena musiman,” ujar Wahyu kepada Kontan, Jumat (13/2/2026).
Alokasi Aset Berdasarkan Profil Risiko
1. Investor Konservatif Fokus utama kelompok ini adalah menjaga nilai pokok investasi dan menghindari fluktuasi pasar yang tajam.- 50% Pasar Uang (RDPU/Kas): Porsi terbesar ditempatkan di sini untuk memastikan likuiditas tinggi dan keamanan modal. Sangat cocok untuk dana cadangan atau kebutuhan jangka pendek.
- 40% Surat Berharga (SBN/Obligasi): Memberikan imbal hasil tetap (fixed income) yang lebih tinggi dari deposito dengan risiko yang relatif terkendali.
- 5% Saham / Reksa Dana Saham: Porsi sangat kecil hanya untuk menjaga potensi pertumbuhan aset agar tidak tergerus inflasi.
- 5% Emas / Komoditas: Berfungsi sebagai pelindung nilai (hedging) terakhir jika terjadi ketidakpastian ekonomi global.
- 20% Pasar Uang (RDPU/Kas): Dialokasikan secukupnya untuk menjaga likuiditas operasional dan dana tak terduga.
- 50% Surat Berharga (SBN/Obligasi): Menjadi "jangkar" portofolio yang memberikan arus kas stabil dan meredam gejolak pasar saham.
- 25% Saham / Reksa Dana Saham: Porsi yang cukup signifikan untuk mengejar keuntungan dari kenaikan harga saham dalam jangka menengah hingga panjang.
- 5% Emas / Komoditas: Diversifikasi standar untuk meminimalisir risiko korelasi antar aset.
- 10% Pasar Uang (RDPU/Kas): Alokasi minimal, biasanya hanya digunakan sebagai "peluru" tunai untuk membeli aset saat harga terkoreksi tajam.
- 20% Surat Berharga (SBN/Obligasi): Porsi kecil yang berfungsi untuk mengurangi sedikit volatilitas tanpa menghambat potensi pertumbuhan.
- 60% Saham / Reksa Dana Saham: Mesin utama portofolio. Fokus pada pertumbuhan nilai modal (capital gain) dari emiten-emiten yang memiliki fundamental kuat.
- 10% Emas / Komoditas: Porsi yang lebih besar dibandingkan profil lain untuk mengantisipasi risiko inflasi tinggi yang biasanya menyertai aset berisiko.