KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengelola jaringan Pizza Hut Indonesia, PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) optimistis momentum Ramadan dan Lebaran dapat menjadi katalis penting kinerja di tahun ini, khususnya untuk kuartal I-2026. PZZA menilai periode ini secara historis memberikan kontribusi signifikan terhadap penjualan tahunan, seiring meningkatnya aktivitas konsumsi berbasis kebersamaan, baik untuk buka puasa, sahur, maupun perayaan Lebaran. Corporate Secretary & Investor Relations Pizza Hut Indonesia, Andromeda, mengatakan, secara historis periode Ramadan-Lebaran memberikan kontribusi positif terhadap total penjualan tahunan Perseroan. Oleh karena itu, momentum ini diharapkan dapat menjadi salah satu pendorong utama pencapaian kinerja sepanjang 2026.
“Secara historis, periode Ramadan-Lebaran memberikan kontribusi positif terhadap total penjualan tahunan Perseroan, sehingga momentum ini diharapkan dapat menjadi salah satu pendorong utama pencapaian kinerja sepanjang 2026,” ujar Andromeda, kepada
Kontan.co.id, Kamis (5/2/2026). Baca Juga:
Industri Tekstil Mulai Pulih, Tumbuh 4,37% pada Kuartal IV 2025 Pizza Hut Indonesia akan mengoptimalkan momentum tersebut dengan memperkuat relevansi brand melalui semangat “Feed Good Times”, sekaligus menghadirkan inovasi produk yang dirancang untuk sharing. Salah satunya melalui kehadiran menu Dip n Crunch yang melengkapi favorit pelanggan seperti L1MO dan QU4RTZA pizza. Dari sisi komersial, PZZA juga menghadirkan beragam paket khusus Ramadan dan Lebaran untuk menjangkau berbagai segmen konsumen. Untuk segmen dine-in, Pizza Hut Restaurant dan Pizza Hut Ristorante menawarkan Paket Berbuka, yang ditujukan untuk pelanggan yang ingin menikmati momen berbuka bersama keluarga maupun relasi. Sementara itu, melalui kanal Pizza Hut Delivery (PHD), PZZA menghadirkan My Box yang dinilai cocok untuk kebutuhan sahur, serta Paket Buka Puasa dan Lebaran. Tidak hanya dari sisi produk, PHD juga melakukan penyesuaian layanan dengan memperpanjang jam operasional hingga pukul 03.00 dini hari di sejumlah lokasi, guna mengakomodasi kebutuhan pelanggan saat sahur. Lebih lanjut, Andromeda menegaskan, pada tahun ini PZZA fokus pada pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan serta perbaikan profitabilitas. “Upaya tersebut dilakukan melalui inovasi produk, optimalisasi promosi, dan peningkatan pengalaman pelanggan di seluruh kanal penjualan,” katanya. Baca Juga:
Pakuwon Jati (PWON) Siapkan Capex Rp 2,2 Triliun di Tahun 2026 Untuk mendukung strategi tersebut, alokasi belanja modal (capex) 2026 akan difokuskan pada pengembangan dan renovasi gerai, dengan tujuan memperkuat jaringan serta meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan. Adapun, dari sisi prospek industri, Pizza Hut Indonesia memandang sektor ritel F&B nasional masih memiliki outlook yang positif pasca Lebaran, meskipun tantangan daya beli masyarakat masih menjadi perhatian.
“Kami memahami bahwa daya beli masyarakat masih menjadi faktor yang menantang. Namun, melihat dari inisiatif-inisiatif yang telah dan akan dilakukan oleh berbagai pihak, terutama Pemerintah, kami yakin perbaikan makro ekonomi sedang berjalan secara bertahap,” imbuh Andromeda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News